TP3D Gadungan Temukan Indikasi Kecurangan, Ada Kebocoran Soal?
Pemerintahan

TP3D Gadungan Temukan Indikasi Kecurangan, Ada Kebocoran Soal?

Wedi, (klaten.sorot.co)--Hasil ujian seleksi perangkat desa di Desa Gadungan, Kecamatan Wedi menuai pertanyaan dari semua pihak. Pasalnya, Tim Perencanaan dan Pengangkatan Perangkat Desa (TP3D) desa setempat menemukan adanya indikasi kecurangan dalam ujian komputer dari salah satu peserta calon perangkat desa.

Indikasi kecurangan itu ditemukan pada jabatan Sekretaris Desa (Sekdes), pada Selasa (01/05) atau dua hari selepas ujian. Dalam pengumuman rekapitulasi nilai sebelumnya, jabatan Sekdes dimenangkan oleh peserta atas nama, Rivandia Yuda P dengan nilai total 71,5. Sedangkan posisi kedua diraih oleh, Sekar Kinanthi dengan nilai 66.

Ketua TP3D Desa Gadungan, Agus Widodo temuan itu dilakukan saat pihaknya melakukan kroscek pada lembar jawab baik tertulis dan komputer dari semua peserta. Sebelumnya, pihak TP3D juga mendapat keluhan dari sejumlah peserta lain yang mempertanyakan hasil ujian komputer milik Rivandia nyaris sempurna dengan nilai 39.

Pada hari Selasa itu kami masih menyelesaikan administrasi. Disitu banyak peserta lain yang penasaran kenapa nilai ujian dia bisa 39, sedangkan total nilai ujian komputer adalah 40. Maka kami kroscek satu per satu lagi file-file jawaban termasuk milik semua peserta,” kata dia, Jumat (11/05) malam.

Namun, anehnya dari hasil kroscek itu ditemukan file jawaban soal komputer yang dikumpulkan oleh Rivandia dibuat pada 28 April. Sedangkan pelaksanaan ujian adalah digelar serentak di 26 kecamatan pada 29 April. Artinya, lanjut Agus, yang bersangkutan mengerjakan soal komputer sehari sebelum ujian dilaksanakan. 

Kita cek melalui file properties. Pada jawaban materi excel dan powerpoint terlihat content created tertanggal 28 April dan date last saved tertanggal 29 April. Itu kan aneh dan seperti ada indikasi kecurangan. Kami juga cek pada file peserta lain tapi tertanggalnya tidak seperti itu, semua terjadi pada tanggal 29 April,” imbuhnya.

Merasa ada kejanggalan, TP3D lantas melaporkan hal itu ke tim penguji yang dalam hal ini Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, pada Rabu (02/05) malam. Kemudian pada, Jumat (04/05) pagi TP3D mengundang Rivandi untuk klarifikasi. Pada malam harinya, dari UAD juga mengirimkan tim forensik digital intern untuk memeriksa file ujian Rivandi.

Kami sampaikan kepada yang bersangkutan bahwa ada indikasi kecurangan. Tapi dia malah minta diadakan tes, dia bilang kalau mampu. Maka kita beri soal dan kita datangkan juga yang peringkat dua agar ikut mengerjakan. Kami beri soal karena dia sendiri yang minta, ini bukan ujian. Maka tidak mempengaruhi nilai yang sudah keluar,” jelasnya.

Setelah mengerjakan soal itu, hasil uji coba diketahui bahwa nilai Rivandi justru berbanding cukup jauh dari nilai rekapitulasi yang keluar. Seketika itu juga Rivandi lantas membikin surat pengunduran diri secara pribadi disaksikan banyak pihak. Agus mengku pengunduran diri tanpa ada paksaan dan intimidasi dari siapapun.

Sementara itu Kepala Desa Gadungan, Cahyo Herlambang Nusantara menyampaikan ia sudah bertemu dengan tim penguji pada Jumat (11/05) siang. Dengan adanya surat pengunduran diri itu ia lantas mengajukan rekomendasi dengan Camat dan hasilnya peserta peringkat dua atas nama Sekar Kinanthi ditetapkan sebagai Sekdes terpilih.

Karena ada surat pengunduran diri maka yang nomor dua naik. Untuk pelantikan rencananya dilakukan Minggu (13/05) besuk,” jelasnya.