Ratusan Tumpeng Tandai Selesainya Bersih-bersih Rowo Jombor
Wisata

Ratusan Tumpeng Tandai Selesainya Bersih-bersih Rowo Jombor

Bayat, (klaten.sorot.co)--Penataan obyek wisata Rowo Jombor tahap awal yang dilakukan sejak dua bulan terakhir ini dinyatakan selesai pada Minggu (13/05/2018). Menariknya, penyelesaian penataan rowo tersebut ditandai dengan menyantap ratusan tumpeng nasi diatas kawasan air oleh masyarakat setempat.

Penataan Rowo Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat diawali dengan pembersihan enceng gondok sejak bulan Maret 2018 lalu. Bersih-bersih dilakukan oleh berbagai elemen dengan cara mengangkat seluruh enceng gondok yang ada di dalam air ke daratan. Proses pembersihan menggunakan alat berat dan perahu gethek.

Ketua Komunitas Peduli Rowo Jombor, Suripto mengatakan, sedikitnya ada 300 tumpeng nasi dari sumbangan masyarakat dan pihak instansi yang disiapkan untuk acara syukuran bersih-bersih enceng gondok ini. Selain itu, ada juga satu gunungan hasil bumi dari panitia yang disantap bersama untuk umum.

Ini merupakan wujud syukur dan doa bersama untuk selesainya pembersihan enceng gondok. Dari target kita bakal selesai tiga bulan, ini bisa dipercepat menjadi dua bulan. Dan sesuai target sudah selesai jelang puasa,” kata dia Minggu siang.

Dikatakan, sedikitnya ada delapan kelompok petani yang setiap hari memanfaatkan kawasan Rowo Jombor sebagai budidaya ikan menggunakan sistem karamba. Tidak hanya itu, sejumlah masyarakat setempat juga menggunakan kawasan air ini untuk kuliner berupa warung apung serta lokasi pemancingan ikan. 

Kami sudah sepakat yang sudah punya karamba sebaiknya jangan nambah dulu, agar petani lain bisa ikut budidaya juga. Setiap hari jika ditotal rata-rata kami bisa mendapat ikan sekitar 3 ton,” imbuh dia.

Sementara itu, Camat Bayat, Edy Purnomo menyampaikan bahwa kedepan Rowo Jombor bakal dimanfaatkan sebagai obyek wisata air. Sehingga, setelah dilakukan pembersihan enceng gondok ini pihaknya akan menata karamba ikan dan warung apung yang ada di atas air. Rencananya warung apung akan dipindah ke daratan.

Rowo Jombor memiliki luas sekitar 179 hektar. Dari luasan itu, terdapat sekitar 450 karamba dan 32 warung apung. Nanti kita lakukan penataan,” jelasnya.

Dalam acara tasyakuran tersebut juga dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Bayat, Bupati Klaten, Sri Mulyani, Sekda Jawa Tengah, Sri Puryono, serta sejumlah relawan dan masyarakat sekitar. Syukuran ditutup dengan penebaran benih ikan dan pelepasan bebek ke tengah Rowo Jombor.