Berkunjung ke Klaten, Kominfo Larang Foto Aksi Teror Surabaya Diviralkan
Sosial

Berkunjung ke Klaten, Kominfo Larang Foto Aksi Teror Surabaya Diviralkan

Prambanan, (klaten.sorot.co)--Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Komisi I DPR RI mengadakan diskusi publik di pendopo sebuah Hotel di Kecamatan Prambanan, Senin (14/05/2018). Pada kesempatan itu, Kominfo juga sempat menyinggung foto-foto aksi teror di Surabaya yang beredar viral di media sosial.

Direktur Pengolahan dan Penyediaan Informasi, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Selamatta Sembiring mengatakan, hampir 90 % pengguna media sosial merupakan kalangan anak muda. Sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat agar lebih bijak dan tidak menyebarkan foto-foto korban bom di Surabaya melalui media sosial.

Saring terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi itu. Apalagi yang korban bom di Surabaya, kami melaranag foto-foto itu diviralkan,” kata dia Senin siang.

Pihaknya menyampaikan, larangan penyebaran foto itu dilakukan untuk menekan adanya dampak negatif bagi para pengguna media sosial. Menurutnya, masyarakat harus bisa meningkatkan literasi digital dengan cara bijak dalam menggunakan media sosial. Masyarakat juga diminta tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapatkan. 

Jangan sampai kita terlalu masuk ke media sosial. Hindari konten-konten yang mengarah pada pencucian otak. Itu harus kita tangkal agar peran media sosial tidak membuat kita berbuat jauh dari luar aturan,” imbuhnya.

Selama ini, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya pencegahan mulai dari hulu hingga hilir. Selain mengawai sejumlah akun media sosial yang eksis di Indonesia, pihaknya juga secara berkala telah memblokir konten yang mampu merusak masyarakat. Ia berharap upaya itu juga diikuti dengan kedewasaan pengguna media sosial.

Seperti yang diketahui, aksi teror di Surabaya telah terjadi secara beruntun sejak Minggu (13/05) pagi kemarin. Bahkan, aksi teror juga terjadi di Sidoarjo pada Minggu malam dan berlanjut di Polresta Surabaya pada Senin pagi tadi. Sejumlah foto dan video atas aksi teror itu terus bermunculan di media sosial.

Kami berharap pengguna media sosial bisa lebih baik. Dengan kegiatan ini kami ingin menggugah rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan semua masyarakat,” pungkasnya usai diskusi dengan tema Kebhinekaan Sebagai Identitas dan Kekuatan Bangsa.