Orkes Dangdut SERA Ramaikan Tradisi Padusan di Umbul Cokro
Budaya

Orkes Dangdut SERA Ramaikan Tradisi Padusan di Umbul Cokro

Tulung,(klaten.sorot.co)--Tradisi padusan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan digelar serentak di Kabupaten Klaten, Rabu (16/05/2018). Biasanya, sebagian masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk mandi dan berendam di sumber mata air yang jernih.

Sama halnya tradisi padusan di Obyek Mata Air Cokro (OMAC) Kecamatan Tulung. Sejak Rabu siang, hampir seluruh masyarakat dari berbagai daerah mulai memenuhi kawasan OMAC. Tidak hanya untuk mandi, kehadiran pengunjung yang didominasi kawula muda itu juga untuk menyaksikan panggung hiburan dangdut.

Tanpa mempedulikan situasi sekitar, mereka yang sudah datang dengan beragam atribut pasukan joget mulai riuh ketika Orkes Melayu SERA naik ke atas panggung. Satu persatu lagu dangdut hits dengan judul Pikir Keri, Sayang hingga Banyu Langit nampak menghipnotis semua pengunjung.

"Untuk puncak tradisi padusan di OMAC ini kami isi dengan panggung hiburan musik dangdut dari SERA. Rencananya dimulai sejak siang hingga sore nanti," kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Pantoro, Rabu siang.

Pihaknya mengaku, sebelum hiburan dimulai rangkaian tradisi padusan sudah dilakukan sejak Rabu pagi dengan agenda siraman yang dilakukan oleh Bupati Klaten. Ia menjelaskan, ritual siraman merupakan salah satu pertanda mensucikan raga untuk mendapatkan kebersihan jiwa sebelum menjalani ibadah puasa. 

Terkait anggaran, Pemkab Klaten menganggarkan dana sekitar Rp 30 juta untuk pelaksanaan padusan. Anggaran itu digunakan untuk pentas kesenian berupa tari gambyong, musik calung hingga tari tirta suci. Sementara untuk pentas hiburan dangdut yang ada di area parkir menggunakan dana dari pihak pengelola wisata air.

Sementara itu Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan, tradisi padusan merupakan agenda rutin yang digelar untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini seluruh masyarakat bisa membersihkan diri agar mampu menjalani puasa dengan khidmat dan menjaga hati.

"Ini antusias masyarakat sangat luar biasa. Artinya padusan masih menjadi tradisi yang dijaga dengan baik oleh masyarakat luas," kata dia.