Kemeriahan Tradisi Pasar Malam di GOR Klaten Pada Pertengahan Puasa
Gema Ramadhan

Kemeriahan Tradisi Pasar Malam di GOR Klaten Pada Pertengahan Puasa

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Bulan suci Ramadhan sudah memasuki pekan ketiga. Biasanya, pada waktu mendekati Hari Raya Idul Fitri seperti ini ada tradisi unik yang dapat dijumpai ketika berkunjung ke Kabupaten Klaten. Tradisi tersebut adalah gelaran pasar malam dengan menyajikan beragam dagangan hingga permainan.

Tradisi yang sudah digelar secara turun temurun itu diselenggarakan di pelataran GOR Gelarsena hingga Monomen Juang '45 Klaten. Pasar malam biasa dibuka sejak sore hari atau menjelang buka puasa hingga malam hari. Hampir ribuan masyarakat nampak berbondong-bondong untuk menikmati gelaran tersebut.

Aneka jajanan, pakaian, serta aksesoris disajikan di pasar malam ini. Tidak hanya itu, beragam permainan mulai dari komedi putar, kincir angin, istana bola, tong stand, lempar bola, hingga kora-kora juga bakal memanjakan pengunjung. Ditambah lagi dengan sejumlah hiburan yang tersaji di area Pendopo Monomen Juang.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Pantoro menjelaskan, gelaran pasar malam menjelang Lebaran merupakan salah satu tradisi yang masih terus dilestarikan. Gelaran ini dimaksudkan untuk menyajikan hiburan bagi masyarakat Klaten dan perantauan saat libur Lebaran.

"Ini adalah tradisi tahunan kita saat pertengahan Ramadhan. Tujuan utamanya memang untuk memberikan hiburan dengan konsep sederhana namun tetap dapat menarik pengunjung," ujarnya.

Pihaknya mengaku, pasar malam kali ini murni digelar oleh masing-masing pedagang dan pengusaha dari masyarakat setempat. Artinya, lanjut Pantoro, tidak ada anggaran untuk pelaksanaan tradisi ini. Seluruh pedagang dan pengusaha permainan satu persatu datang dengan sendirinya untuk turut memeriahkan tradisi ini. 

"Mereka dengan sendirinya sudah buka di sini. Kami harap dengan pasar malam ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meraup keuntungan melalui potensi masing-masing. Bisa berjualan dan bisa juga menyediakan permainan," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengelola permainan tong stand, Eko Suwarno menyambut baik gelaran tahunan ini. Pasalnya melalui pasar malam ia bisa mendapat penghasilan lebih menjelang Lebaran. Ia mengaku, setiap malamnya bisa mendapatkan 80-100 penonton. Jumlah itu bisa naik dua kali lipat saat malam liburan.

"Ada keuntungan tambahan. Yang pasti bisa ikut memeriahkan tradisi di Klaten, karena memang momen seperti ini sangat ramai dikunjungi. Apalagi jika sudah mendekati Lebaran dan banyak warga perantau pulang kampung," ungkapnya.