Klaten Bersiap, Tingkatkan Kewaspadaan Jika Merapi Meletus Saat Lebaran
Pemerintahan

Klaten Bersiap, Tingkatkan Kewaspadaan Jika Merapi Meletus Saat Lebaran

Klaten, (klaten.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten meminta kepada semua pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Fitri 2018. Hal itu dilakukan menyusul adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini.

Guna memastikan persiapan yang harus dilakukan, seluruh jajaran Pemkab Klaten beserta aparat kepolisian, TNI dan relawan bersatu menggelar apel siaga kebencanaan. Apel gelar pasukan berlangsung di halaman Mapolres setempat dengan dipimpin oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani, Rabu (06/06/2018).

Apel diikuti ribuan personil meliputi relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Polres, Kodim, organisasi kemasyarakatan (ormas), Pramuka, ORARI Klaten dan lainnya. Seluruhnya disiapkan untuk mengantisipasi dampak buruk apabila terjadi erupsi Merapi.

Semua harus siap dengan kondisi yang saat ini Merapi masih erupsi kecil-kecil. Tentunya dengan apel ini saya ingin memastikan kesiapan apa saja yang sudah dimiliki,” kata Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Lebih lanjut disampaikan, kesiapan itu juga dilakukan termasuk untuk menghadapi erupsi Merapi apabila sewaktu-waktu terjadi pada saat Idul Fitri. Pihaknya memastikan secara keseluruhan semua harus tetap siap. Sedikitnya ada 1.000 personil yang disiagakan untuk menghadapi bencana. 

Meskipun itu terjadi pada saat Lebaran ya kita harus tetap siap. Sehingga masyarakat jangan panik apabila sewaktu-waktu ada erupsi, karena kami akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Salah satu kesiapan dari Pemkab Klaten yakni menyediakan dana siap pakai (DSP) senilai Rp 500 juta. Dana tersebut bisa dicairkan sewaktu-waktu apabila ada peningkatan status Gunung Merapi. Selain itu, di Klaten juga sudah memiliki tiga selter pengungsian siap pakai di Kecamatan Prambanan, Kebonarum dan Karangnongko.

Semua ASN di BPBD dan relawan tetap meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai lengah, kita harus bisa menyelamatkan masyarakat yang bermukim di kawasan rawan,” jelasnya.