Sate Kere Khas Klaten, Kuliner Tempo Dulu yang Masih Diburu Saat Puasa
Kuliner

Sate Kere Khas Klaten, Kuliner Tempo Dulu yang Masih Diburu Saat Puasa

Klaten, (klaten.sorot.co)--Jajanan menu buka puasa dengan beragam olahan dan kreasi kekinian semakin bermunculan dari tahun ke tahun. Bahkan, hampir di setiap stand kuliner Ramadhan sudah banyak dijumpai mulai dari Taiyaki, Fondue, hingga martabak bervarian rasa.

Namun demikian, keberadaan sejumlah jajanan kekinian itu tetap tak mampu menggoyahkan kuliner tradisional yang sudah ada sejak turun temurun. Salah satu jajanan yang masih menjadi favorit dari masa ke masa yakni sate kere khas Klaten.

Jajanan tradisional dengan bahan dasar tempe gembus dan jeroan sapi itu memiliki arti yang unik. Kata kere diambil dari bahasa Jawa yang memiliki arti miskin. Sate kere muncul pertama kali dan sudah dinikmati orang jauh sebelum Indonesia merdeka.

Salah satu penjual sate kere di kawasan Kampung Ramadhan Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah, Teguh (38) menceritakan, sate kere merupakan kuliner tradisional peninggalan nenek moyang. Pada zaman dahulu, makanan ini menjadi andalan terutama untuk berbuka puasa.

Sate ini hampir mirip dengan sate pada umumnya. Hanya saja untuk bahan dasarnya dari tempe gembus dan jeroan sapi yang masih segar,” kata dia, Kamis (07/06/2018) sore.

Sate kere menjadi salah satu kuliner yang tak lekang oleh waktu. Terbukti, lanjut Teguh, meski harus bersaing dengan aneka jajanan lainnya, dagangan yang ia jual saban sore menjelang buka puasa selalu ludes terjual. Terutama pada saat hari libur. 

Teguh menceritakan, setiap harinya mampu menghabiskan 10 kilogram jeroan sapi dan Rp 35 ribu tempe gembus. Dari bahan dasar sebanyak 10 kilogram jeroan itu, Teguh bisa membuat sate kere mencapai 200 tusuk. Jika saat libur, ia mampu menjual 250 tusuk sate.

Untuk harganya satu tusuk sate jeroan Rp 3.000 sedangkan untuk sate tempe Rp 1.000. Mungkin pengaruh harga yang murah juga membuat sate kere masih populer,” imbuhnya.

Sebagai teman santap sate kere tersebut, Teguh juga menjajakan plecing sayuran. Plecing adalah olahan sayuran segar yang dilumuri saos kecap, irisan cabai, dan gula jawa. Sate kere yang manis akan terasa nikmat jika dipadu dengan pedasnya sayuran plecing.