Mudik Lebaran, Perlintasan Kereta Tak Berpalang Bakal Dijaga 24 Jam
Pemerintahan

Mudik Lebaran, Perlintasan Kereta Tak Berpalang Bakal Dijaga 24 Jam

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Sebanyak 16 perlintasan kereta api tanpa palang bakal dijaga satuan perlindungan masyarakat (linmas) desa saat memasuki arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. Mereka mulai diterjunkan untuk pengamanan arus lalulintas selama 24 jam pada H-3 hingga H+4 Lebaran.

Sekretaris Satpol-PP Klaten, Rabiman menjelaskan, total perlintasan yang bakal dijaga ada 16 titik yang tersebar di tujuh kecamatan. Masing-masing perlintasan diterjunkan sebanyak 6 personel linmas desa setempat. Penjagaan dilakukan 24 jam dengan sistem shift, sehingga tiap shift ada dua linmas yang berjaga.

"Untuk tahun ini jumlah perlintasan berkurang dua yakni berada di Kecamatan Kalikotes dan Jogonalan. Kalau tahun lalu ada 18 titik sekarang hanya 16, karena memang yang dua sudah ditutup oleh PT KAI," ujarnya.

Rabiman menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa maupun kelurahan tentang penjagaan linmas di perlintasan tanpa palang. Selain itu, pihaknya juga memastikan untuk linmas yang berjaga dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran kali ini akan mendapatkan honor. 

"Mereka akan dapat honor dari kami. Tapi untuk nominal masih dalam proses, yang pasti ada pos untuk memberi honor. Nanti kami harap dari pemerintah desa juga bisa ikut menganggarkan, karena ini juga untuk warga desa setempat," imbuhnya.

Untuk pengamanan arus Lebaran, Satpol-PP juga bakal mendirikan posko pelayanan di depan kantor setempat. Artinya meski memasuki libur cuti Lebaran, seluruh personil Satpol-PP tetap siaga. Hal itu sesuai dengan instruksi pimpinan untuk menyiagakan personel di masing-masing daerah.

Sementara itu, Kasat lantas Polres Klaten AKP Adhytiawarman Gautama menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan terkait jalur yang melalui perlintasan tanpa palang. Dari belasan perlintasan yang ada, untuk sementara sudah ada 14 perlintasan telah diberi rambu-rambu peringatan berupa pita kejut.

"Pita kejut dari tali tambang dan ban karet bekas, kami pasang sementara di 14 perlintasan. Tujuannya untuk memperingatkan pengendara agar mengurangi laju kendaraan ketika akan melintas," terangnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, belasan perlintasan itu berada Desa Boto Kecamatan Wonosari, perlintasan Mbah Ruwet Kecamatan Ceper, di Desa Ketandan Kecamatan Klaten Utara, di Desa Geneng Prambanan, Desa Mlese dan perlintasan di Desa Krenekan.