Sebentar Lagi Klaten Padat, Ini Alternatif Agar Tak Terjebak Macet
Peristiwa

Sebentar Lagi Klaten Padat, Ini Alternatif Agar Tak Terjebak Macet

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Kabupaten Klaten merupakan salah satu daerah yang diapit dua kota besar meliputi Yogyakarta dan Solo. Alhasil, hampir sebagian jalan raya yang melintas di Klaten kerap kali mengalami peningkatan volume kendaraan ketika memasuki arus mudik dan balik Lebaran.

Tidak hanya itu, sebagian jalan di Klaten juga memiliki jalur rawan kecelakaan. Dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh Satuan Lalulintas Polres Klaten, ada beberapa jalur yang perlu diwaspadai oleh pengguna jalan. Baik dari segi kelancaran arus hingga keselamatan saat berkendara di jalan.

Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono melalui Kasatlantas AKP Adhytiawarman Gautama mengatakan, sesuai dengan hasil rapat koordinasi, puncak kepadatan arus mudik Lebaran diprediksi terjadi pada 9-10 Juni. Namun demikian untuk di Klaten, puncak kepadatan diprediksi pada 13 Juni.

"Untuk prediksi kami di Klaten puncak arus mudik terjadi H-1 Lebaran. Sedangkan untuk puncak kepadatan jalur wisata pada H+2 Lebaran," ujarnya.

Dijelaskan, ada dua kawasan yang diprediksi bakal mengalami kepadatan kendaraan. Keduanya meliputi Kecamatan Prambanan dan Jatinom. Menurutnya kepadatan di kawasan Prambanan disebabkan lantaran banyaknya kendaraan wisatawan yang memasuki wisata Candi Prambanan. 

Ditambah lagi jalur tersebut juga merupakan lintas perbatasan antara Kabupaten Klaten dengan Yogyakarta. Sehingga, kemungkinan besar kepadatan akan terjadi di simpang tiga candi. Sementara di kawasan Jatinom sendiri juga diprediksi mengalami hal yang sama lantaran merupakan jalur wisata.

"Kami meminta kepada pengguna jalan agar terus mentaati peraturan lalulintas. Perlu diketahui untuk di Prambanan kemungkinan meningkat pada H+2, itu nanti kita akan jaga dan atur terus agar lalulintas bisa normal. Disana juga ada posko," jelasnya.

Dijelaskan, mekanisme pengaturan jalur di simpang tiga Prambanan ada beberapa opsi, terutama bagi antrean kendaraan yang hendak masuk ke candi. Opsi pertama kendaraan antrean akan diputar melalui belakang Pos PJR Yogyakarta. Sedangkan opsi kedua yakni pemberlakuan contra flow.

"Kalau memang nanti titik kepadatan kendaraan mencapai 3 kilometer kita berlakukan contra flow. Kita siapkan jalur paling kanan untuk mengurangi kepadatan," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pengguna jalan agar terus berhati-hati. Pasalnya, dari hasil pemetaan yang dilakukan Jalur Jogja-Solo terutama di kawasan Kecamatan Delanggu menjadi titik rawan kecelakaan. Sehingga titik tersebut perlu diketahui pemudik yang melintas mengingat disitu juga kawasan perbatasan.

Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, selama arus mudik dan balik Lebaran, polisi mendirikan enam posko pengaman. Keenamnya berada di simpang empat Karang Delanggu, depan Masjid Agung Al Aqsha, Alun-alun Klaten, Tegalyoso, Prambanan dan terakhir di Jatinom.