Arus Mudik Lebaran, Ribuan Bus Diprediksi Masuk Klaten dalam Sehari
Pemerintahan

Arus Mudik Lebaran, Ribuan Bus Diprediksi Masuk Klaten dalam Sehari

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Pengelola Terminal Ir Soekarno Klaten memprediksi akan ada sekitar 1.500 armada bus masuk wilayah Klaten. Disisi lain, sejumlah persiapan sudah mulai dilakukan pihak terminal untuk menghadapi lonjakan bus yang masuk, salah satunya mempersiapkan fasilitas umum.

Koordinator Terminal Ir Soekarno Klaten, Marjono mengatakan, jumlah armada bus diprediksi meningkat dua kali lipat dalam sehari. Dari yang biasanya sekitar 700 bus per hari, pada saat musim mudik Lebaran kali ini meningkat menjadi 1.500. Peningkatan drastis diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran mendatang.

"Kemungkinan akan ada 1.500 bus memasuki terminal selama Lebaran 2018, kalau biasanya itu hanya sekitar 700 bus. Maka kita harus terus memantau pergerakan arus mudik yang akan datang ke Klaten," ujarnya, Sabtu (09/06/2018).

Disampaikan, lonjakan jumlah bus biasanya terjadi pada dini hari mulai pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB. Namun demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan hal itu akan mengalami keterlambatan mengingat sejumlah ruas jalan mengalami kecamatan. Sehingga, jadwal kedatangan masih dimungkinkan molor. 

Selain itu, pihaknya juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut sekitar 42 bus yang datang dari Jakarta. Bus tersebut digunakan untuk mengangkut penumpang yang ikut dalam program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan. Bus itu akan datang secara bertahap pada 9-13 Juni.

Secara rinci, puluhan bus pengangkut pemudik gratis itu akan memasuki terminal pada Sabtu (09/06) sebanyak 13 bus, Minggu (10/06) datang 17 bus, dan Rabu (13/06) datang sebanyak 12 bus. Guna mengurangi kepadatan, pihaknya akan menggunakan jalur lambat di depan pintu masuk terminal sebagai lahan parkir.

"Semua persiapan sudah kita lakukan. Terutama memperbaiki fasilitas umum untuk penumpang bus meliputi toilet, tempat istirahat, ruang tunggu hingga lainnya. Karena masih baru dan masih tahap peralihan kami jamin tidak ada biaya retribusi untuk fasilitas umum," jelasnya.