Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan di Simpang Tiga Penggung Jadi Misteri
Peristiwa

Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan di Simpang Tiga Penggung Jadi Misteri

Ceper, (klaten.sorot.co)-- Jalan Jogja-Solo merupakan salah satu jalur nasional lintas provinsi yang rawan terjadi kecelakaan lalulintas. Salah satu titik lokasinya berada di Kabupaten Klaten tepatnya trafic light simpang tiga depan Sub Terminal Penggung, Kecamatan Ceper.

Dalam dua pekan terakhir ini sedikitnya sudah ada dua peristiwa kecelakaan lalulintas terjadi di lokasi tersebut. Nahasnya, peristiwa terakhir pada Kamis (07/06) kemarin telah memakan korban jiwa. Seorang perempuan pengendara motor tewas setelah terlibat kecelakaan dengan tronton.

Menurut pengakuan warga sekitar, kasus kecelakaan lalulintas yang terjadi di simpang tiga Penggung perlu mendapat perhatian khusus. Pasalnya, hampir semua masyarakat yang beraktivitas di kawasan itu sudah sering kali menyaksikan peristiwa kecelakaan mulai dari ringan hingga berat.

"Kita sering sekali melihat. Kadang ada yang berkendara tiba-tiba jatuh sendiri, ada juga yang bersinggungan dengan kendaraan lain. Tidak hanya sepeda motor, mobil pun juga sering," kata salah satu tukang ojek setempat, Saefi (49).

Meski jumlah kecelakaan yang terjadi sejak awal tahun 2018 ini tidak bisa terhitung, namun Saefi mengaku ada beberapa kasus yang cukup mengundang pertanyaan. Peristiwa itu berlangsung pada awal tahun 2018 lalu, seorang pemotor yang melaju dari arah Solo tiba-tiba terjatuh tepat di depannya. 

"Waktu itu saya sedang duduk nunggu penumpang, tiba-tiba dari jauh ada kendaraan jatuh sendiri hingga ke tepi jalan. Kagetnya lokasi jatuh kendaraan tepat berada di depan saya duduk," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menceritakan, selama pengalaman menjadi tukang ojek puluhan tahun di kawasan Sub Terminal Penggung, ia sudah terbiasa menolong dan mengevakuasi korban kecelakaan lalulintas. Korban yang masih bisa diselamatkan biasa ia angkat bersama warga sekitar untuk dilarikan ke rumah sakit.

"Kalau menolong pun kami sering. Tapi biasanya apabila korban diperkirakan meninggal dunia kami tidak berani menolong, paling hanya membantu melancarkan arus sambil menunggu polisi datang," jelasnya.

Menurutnya, kasus kecelakaan yang terjadi beberapa tahun terakhir ini disebabkan sudah tidak adanya polisi jaga di simpang tiga Penggung. Meski ada rambu trafic light, namun hal itu tetap membuat pengaturan arus lalulintas kurang maskimal. Ditambah lagi dengan kesadaran pengguna jalan yang makin kurang.

"Sejak sudah tidak ada polisi yang berjaga di sini sekarang jadi ada peningkatan kecelakaan. Padahal dulu itu jarang sekali," pungkas dia.