Arus Mudik Meningkat, Sepeda Motor Mendominasi
Peristiwa

Arus Mudik Meningkat, Sepeda Motor Mendominasi

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Arus mudik Lebaran di sepanjang jalan raya Kabupaten Klaten mulai meningkat, Senin (11/06/2018). Bahkan, tercatat hingga Senin siang tadi sudah ada ribuan kendaraan mulai dari roda dua dan roda empat berangsur masuk wilayah Klaten baik dari sisi barat maupun sisi timur.

Kabid Angkutan Dishub Klaten, Joko Suwanto mengatakan, peningkatan jumlah kendaraan sudah terjadi sejak H-6 Lebaran dengan prosentase 16%. Peningkatan kendaraan kembali terjadi pada H-4 Lebaran. Bahkan peningkatan pada H-4 sudah melonjak tajam mencapai 50% dibanding dengan tahun lalu.

"Pada waktu yang sama dengan tahun lalu jumlah kendaraan mudik kali ini sudah meningkat tajam. Ini sudah melonjak mencapai 50% jika dibanding dengan tahun sebelumnya," ujar Joko Senin (11/06/2018) sore.

Dijelaskan, dari hasil pantauan personel di lapangan kendaraan yang masuk di wilayah Klaten datang dari sisi barat atau Yogyakarta dan sisi timur atau Solo. Tercatat hingga kini sudah ada sekitar 28.000 kendaraan roda dua dan 17.000-18.000 kendaraan roda empat memasuki Kabupaten Klaten. Kendaraan didominasi sepeda motor. 

Diperkirakan, puncak arus mudik di Kabupaten Klaten terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran. Namun demikian, pihaknya memprediksi puncak arus mudik tidak akan semacet tahun lalu mengingat jadwal libur cuti Lebaran tahun ini relatif panjang. Sehingga jumlah kendaraan yang datang akan lebih merata.

"Kami kira ini tidak akan ada lonjakan kemacetan panjang. Karena jadwal libur kan lama, jadi banyak pemudik bisa memilih waktu untuk mudik lebih mudah. Kemungkinan malah kondisi arus lalulintas merata dalam perharinya," imbuh dia.

Meski demikian, Dishub tetap menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik yang memasuki Klaten. Jalur-jalur ini disiapkan untuk menghindari kemacetan terutama di Jalan Jogja-Solo. Pemetaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari wilayah Prambanan hingga Delanggu. Termasuk memetakan jalur wisatawan.

Jalur alternatif menuju Kabupaten Sukoharjo, dari Jalan Jogja-Solo menuju simpang Pakis kemudian masuk ke Jalan Desa Daleman. Sementara untuk jalur alternatif ke Semarang yakni melalui simpang empat Ngupit menuju Jatinom, kemudian masuk ke wilayah Tulung dan menuju Jalan Boyolali- Semarang.

"Untuk alternatif sudah kita petakan. Jika memang ada penumpukan kendaraan nanti ada koordinasi dengan polisi untuk mengatur arus lalulintas," pungkas dia.