Antisipasi Teror, Puluhan Personel TNI Klaten Ikut Amankan Arus Mudik
Gema Ramadhan

Antisipasi Teror, Puluhan Personel TNI Klaten Ikut Amankan Arus Mudik

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Jajaran TNI dari Kodim 0723/Klaten ikut serta dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2018. Sedikitnya ada 80 personel yang disiapkan dan diterjunkan baik di dalam Makodim setempat maupun menyebar di sejumlah pos pengamanan (pospam) Lebaran.

Mereka terbagi di enam pospam yang sudah disediakan oleh Polres Klaten. Keenamnya berada di pospam Delanggu, Masjid Agung Al Aqsha, Alun-alun Klaten, Tegalyoso, Prambanan dan Jatinom. Untuk pengamanan dan pelayanan, TNI juga mendirikan pospam dan rest area bagi pemudik.

Dandim 0723/ Klaten, Letkol Inf Eko Setiawan mengatakan pihaknya menerjunkan sebanyak 80 personel. Keseluruhan dibagi manjadi dua tim, meliputi 40 personel berjaga di dalam Mako sedangkan 40 personel lainnya menyebar di wilayah. Termasuk berjaga di pospam Lebaran.

"Kita bersama-sama dengan pihak kepolisian untuk membantu pengamanan mudik. Saya pantau pospam itu, baik yang bergabung dengan polisi atau dari Kodim sendiri. Terutama untuk jalur yang dijadikan sebagai jalur mudik," ujarnya.

Terkait antisipasi adanya teror, pihaknya sudah melakukan patroli bersama baik siang maupun malam. Tidak hanya itu, pada kesempatan ini pihak TNI juga menambah jumlah personel hingga dua kali lipat. Dari yang sebelumnya 40 personel kini bertambah menjadi 80 personel. 

"Kemungkinan pada hari H Lebaran nanti kita bisa tambah hingga mencapai 100 personel. Hasil deteksi dini kami untuk sementara belum ada yang menonjol dan masih aman," imbuhnya.

Meski demikian, pihaknya tetap meminta kepada seluruh personel untuk selalu waspada dan tidak lengah dengan segala sesuatu yang ada. Selain itu, jajaran TNI juga meminta kepada masyarakat untuk ikut serta membantu. Apabila ditemui sesuatu yang mencurigakan diminta segera melaporkan.

"Kita sudah berkoordinasi dengan poskamling yang ada. Apabila ada informasi yang menonjol atau orang asing mencurigakan segera melapor ke kita, nanti kita koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti," pungkas dia.