Linmas Penjaga Rel Kereta Tak Berpalang Bakal Diberi Upah Rp 50 Ribu
Pemerintahan

Linmas Penjaga Rel Kereta Tak Berpalang Bakal Diberi Upah Rp 50 Ribu

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Sebanyak 16 perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kabupaten Klaten bakal dijaga satuan perlindungan masyarakat (linmas) desa saat memasuki arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. Nantinya, linmas bakal mendapat upah sebesar Rp 50.000 per hari.

Sekretaris Satpol-PP Klaten, Rabiman mengatakan, total linmas yang disiagakan untuk pengamanan perlintasan kereta api tanpa pintu selama 24 jam mencapai 96 personel. Keseluruhan merupakan linmas desa dan tersebar ke segala titik sejak H-3 hingga H+3 Lebaran mendatang.

"Sistem penjagaan kita bagi menjadi tiga sift agar penjagaan bisa dialek selama 24 jam. Jangan sampai perlintasan kereta api tanpa palang ini kosong penjaga saat mendekati Lebaran, karena memang arus kendaraan akan meningkat," ujarnya.

Terkait kesejahteraan linmas yang mendapat tugas tambahan itu, Rabiman memastikan mereka bakal mendapat honor dengan nominal Rp 50 ribu per hari. Setiap melakukan penjagaan, mereka akan diberi upah. Bisa juga diberikan setelah pelaksanaan tugas itu berakhir pada H+3 mendatang. 

"Untuk honor memang sudah kita siapkan untuk 96 linmas itu. Kalau setiap orangnya mendapat Rp 50 ribu untuk sekali jaga. Sebetulnya kami berharap dari pemerintah desa bisa ikut menambah honor itu," jelasnya.

Menurutnya pengamanan ini penting, terutama bagi masyarakat setempat yang sering berlalu lalang melewati perlintasan itu. Sehingga lanjutnya, perhatian pemerintah desa dalam hal ini sangat diperlukan mengingat tugas linmas juga sangat berat. Terlebih lagi menyelamatkan nyawa banyak orang.

Sementara itu, salah satu perlintasan yang sudah dijaga oleh linmas berada di Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah. Di lokasi tersebut terdapat enam linmas yang dijadwalkan berjaga di perlintasan kereta api setempat hingga H+3 Lebaran nanti. Sekali jaga, ada dua linmas secara bersamaan untuk bersiaga.

"Ini ada enam personel untuk menjaga perlintasan Mojayan selama 24 jam. Setiap jaga biasanya ada dua personel, jika dihitung hingga selesai nanti saya mendapat jatah tugas selama enam hari," ujar salah satu linmas, Bejo Harso Diono (65) saat ditemui, Rabu (13/06/2018).

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, tingkat kerawanan pada perlintasan ini biasanya terjadi pada malam hari. Selain gelap dan minim penerangan, di lokasi tempat penyeberangan bagi kendaraan juga sempit. Sehingga pengendaranya yang melintas harus benar-benar diingatkan oleh petugas linmas dari kedua sisi.

"Kalau malam memang gelap sekali. Orang yang tidak terbiasa berjaga atau melintas disini pasti akan kesulitan jika tidak diarahkan. Kami berharap tugas kami ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh pengguna jalan," jelasnya.