H-1 Lebaran, Harga Ayam dan Telur di Sejumlah Pasar Klaten Meroket
Ekonomi

H-1 Lebaran, Harga Ayam dan Telur di Sejumlah Pasar Klaten Meroket

Delanggu, (klaten.sorot.co)-- Harga ayam potong dan telur ayam di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Klaten merangkak naik pada H-1 Lebaran. Kenaikan harga disebabkan lantaran tingginya permintaan barang dari hari ke hari hingga pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Berdasarkan pantauan di Pasar Delanggu pada Kamis (14/06/2018), harga potong saat ini mencapai Rp 45 ribu per kilogram. Naik drastis jika dibandingkan dengan hari biasanya berkisar Rp 35 ribu per kilogram. Kenaikan harga diketahui terjadi sejak pertengahan bulan Puasa lalu.

Tidak hanya itu, kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam dan telur puyuh. Harga telur ayam merangkak naik hingga mencapai Rp 24 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram. Sementara untuk harga telur puyuh kini mencapai Rp 5 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 3 ribu per kilogram.

"Ini paling tinggi ayam potong. Kenaikan sudah terjadi sejak beberapa hari lalu, dan puncaknya dua hari kemarin menjadi Rp 45 ribu kilogram. Padahal pada awal puasa harga ayam masih stabil," kata salah satu pedagang di Pasar Delanggu, Yanto (35), Kamis (14/06/2018) pagi.

Dirinya mengaku, lonjakan harga ayam itu terjadi lantaran jumlah permintaan di pasaran semakin tinggi. Terbukti, sejak H-7 hingga H-1 Lebaran ini dirinya mampu menjual ayam potong mencapai 4 kwintal dalam sehari. Berbeda dengan hari biasanya yang hanya sekitar 1 kwintal per hari. 

"Selain itu harga di tengkulak juga mahal. Saya motong ayam sendiri, tapi memang dari sananya sudah mahal sekali. Jadi ya meskipun permintaan tinggi, tapi harga dari sana juga tinggi. Maka keuntungan kami juga tidak banyak," imbuhnya.

Sementara itu, untuk harga bahan pangan lainnya hingga kini masih stabil. Harga beras pada H-1 Lebaran kisaran Rp 11 ribu per kilogram, gula pasir sekitar Rp 11.500 per kilogram, sedangkan bawang merah Rp 35 ribu per kilogram. Sementara untuk harga bawang putih justru turun menjadi Rp 22 ribu.

Salah satu penjual sembako, Gito (70) mengaku hingga H-1 Lebaran ini kenaikan paling signifikan hanya terjadi pada telur ayam. Bahkan ia memprediksi kenaikan harga akan terus terjadi hingga Lebaran ketupat mendatang. Harga telur baru akan turun setelah jumlah permintaan barang turun.

"Semua sembako stabil bahkan untuk bawang putih turun. Tapi kenaikan malah terjadi pada telur ayam. Semoga saja mendekati Lebaran ketupat ini harga turun lagi," jelasnya.