Temukan Tarif Parkir Melambung Saat Lebaran, Masyarakat Diminta Melapor
Peristiwa

Temukan Tarif Parkir Melambung Saat Lebaran, Masyarakat Diminta Melapor

Klaten, (klaten.sorot.co)--Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten memastikan tarif parkir kendaraan pasca Lebaran tidak mengalami kenaikan. Disisi lain, pihaknya meminta kepada masyarakat agar melapor apabila menemukan tindakan petugas parkir yang menarik tarif melebihi aturan dan ketentuan.

Kepala Dishub Klaten, Slamet Widodo menjelaskan, pengelola parkir diminta mematuhi penarikan retribusi parkir sesuai Peraturan Daerah No. 18 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum. Dengan demikian apapun alasannya, para pengelola parkir tidak diperbolehkan menarik parkir melebihi aturan yang sudah ditentukan.

"Kami sudah memberikan surat edaran kepada rekanan pengelola parkir di tepi jalan umum sebelum Lebaran lalu. Kami minta mereka untuk tetap menerapkan tarif sesuai hari biasa," jelasnya.

Dikatakan, dalam Perda tersebut dijelaskan bahwa tarif parkir kendaraan bermotor adalah Rp1.000, sedangkan kendaraan roda empat Rp 2.000. Apabila ada petugas parkir menarik tarif melebihi nominal itu, menurutnya para petugas parkir sudah melakukan hal yang masuk kategori pungutan liar (Pungli) dan melanggar aturan. 

Atas dasar itu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat harus bisa membayar tarif sesuai ketentuan. Selain itu, apabila ditemui keberadaan tarif parkir melebihi ketentuan, masyarakat diminta aktif untuk segera melaporkan ke Dishub Klaten. Pihaknya tidak segan secara tegas bakal memberhentikan pengelolaan parkir.

"Jika ada bukti, maka segera melaporkan. Agar kami segera tindak lanjuti, kami juga bisa mengajukan laporan ke polisi. Karena itu adalah Pungli, tidak bisa didiamkan," imbuhnya, Senin (18/06/2018).

Sementara itu, Kabid Angkutan Dishub Klaten, Joko Suwanto mengaku sudah mewanti-wanti kepada pengelola parkir agar ikut mengawasi. Namun terkadang pada momen Lebaran seperti ini banyak petugas parkir yang bermunculan, sehingga terkadang kerap kali kesulitan untuk memantau.

"Kami akan berkoordinasi dengan bidang lalu lintas agar bisa ikut mengawasi. Jika tidak sesuai maka bisa ditertibkan," pungkas dia.