Warung Apung Rowo Jombor Bakal Pindah ke Daratan
Wisata

Warung Apung Rowo Jombor Bakal Pindah ke Daratan

Bayat, (klaten.sorot.co)--Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Klaten berencana melakukan penataan terhadap area Rowo Jombor yang ada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Penataan mulai dilaksanakan pada tahun 2019 dengan konsep wisata berbasis masyarakat dan lingkungan.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono menjelaskan, dari hasil musyawarah antara pemerintah dengan masyarakat telah disepakati penataan Rowo Jombor dilakukan dengan cara memindah warung apung dan karamba. Warung apung dinaikkan ke daratan, sementara karamba ikan ditata kembali.

Ini dari BBWS Solo akan mengkaji lahan 3 hektar yang akan digunakan sebagai tempat pemindahan warung apung. Desainnya sudah ada, akan kita review lagi. Jika sudah jadi dan oke, warung apung dipindah ke sini (daratan) lalu karamba kita tata,” ujarnya saat melakukan pemantauan di Rowo Jombor, Jumat (06/07/2018) siang.

Pihaknya menargetkan proyek penataan mulai dilaksanakan tahun 2019. Untuk saat ini, penataan masih tahap awal yakni menyelesaikan desain Rowo Jombor secara utuh dan perbaikan jalan di tepi rowo sepanjang kurang lebih 300-400 meter. Anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jalan senilai Rp 500 juta dari Pemerintah Provinsi Jateng. 

Untuk jalan kurang lebih Rp 500 juta, sedangkan desainnya tinggal revisi kemungkinan Rp 200 juta. Setelah itu selesai nanti pembangunan fisik kita lakukan tahun 2019. Untuk biaya fisik nanti diambil dari pusat, provinsi dan kabupaten,” beber Sri Puryono.

Terkait pemindahan warung apung ke daratan, pihaknya menyampaikan bakal dilakukan setelah proyek pembangunan fisik selesai. Sembari menunggu proyek tersebut, ia memastikan warung apung yang saat ini sudah ada masih tetap diperbolehkan untuk beroprasi, sehingga pedagang tidak perlu resah dan khawatir.

Seperti yang diketahui Rowo Jombor memiliki luas sekitar 189 hektar. Dari total luasan tersebut, selama ini masyarakat memanfaatkannya sebagai tempat pemancingan, karamba ikan, dan warung apung. Dari data yang diterima, sedikitnya ada 32 warung apung dan 450 karamba ikan miliki masyarakat setempat.