Salahgunakan SKTM, Siswa Terancam Dikeluarkan
Pendidikan

Salahgunakan SKTM, Siswa Terancam Dikeluarkan

Klaten, (klaten.sorot.co)--Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Klaten mewanti-wanti kepada orang tua calon siswa agar tidak menyalahgunakan penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sanksi tegas bakal diberikan jika hal itu terbukti dilakukan.

Ketua MKKS SMA Klaten, Kawit Sudiyono mengatakan, meski calon siswa yang menggunakan SKTM diberi kuota tersendiri, namun tetap ada beberapa prosedur yang harus dilalui. Salah satunya dengan diverifikasi oleh panitia PPDB dari masing-masing sekolah untuk memastikan bahwa ia masuk kategori miskin.

"Kalau kami ada verifikasi. Jadi apabila calon siswa itu mendaftar pagi hari, kemudian sore harinya kita kroscek ke lapangan langsung. Benar atau tidak mereka warga kurang mampu," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (07/07/2018) petang.

Lebih lanjut disampaikan, upaya verifikasi bagi calon siswa pengguna SKTM sudah dimusyawarahkan kepada masing-masing kepala sekolah. Standard layak tidaknya SKTM untuk PPDB sebagai keluarga tidak mampu ditentukan oleh sekolah. Artinya setiap sekolah memiliki persyaratan masing-masing dan berbeda. 

"Ya kalau sesuai aturan standar tidak mampu lantai rumah masih beralaskan tanah. Nah kalau sekarang kan sudah susah mencari seperti ini. Maka standarnya kita naikkan, kita lihat bagaimana kondisi keluarganya," ujar Kawit yang juga Kepala Sekolah SMA N 1 Klaten.

Dijelaskan, apabila ditemui kejanggalan dalam verifikasi. Pihaknya akan memanggil keluarga untuk diklarifikasi. Jika dalam klarifikasi ditemui adanya penyalahgunaan SKTM, maka akan diberi pilihan untuk tetap menggunakannya atau mencabut. Bahkan, calon siswa yang sudah diterima bisa terancam dikeluarkan.

"Kita panggil lalu ditanyai, mau tetap digunakan atau dicabut saja SKTM. Jika nekat digunakan ya tidak apa-apa tapi jika dikemudian hari ditemui kejanggalan dan terbukti ya kita keluarkan. Kalau mampu ya mbok jangan ngaku miskin," imbuhnya.

Di SMA N 1 Klaten sendiri sedikitnya ada 47 calon siswa yang mendaftar menggunakan SKTM. Sebelumnya, sudah ada sekitar 6 calon siswa pengguna SKTM yang mencabut surat keterangan itu lantaran tidak sesuai dengan kondisi ekonominya.

Sementara itu, Kepala SMA N 1 Cawas, Sehana menjelaskan pihaknya sudah menerjunkan tim verifikasi untuk memantau langsung kondisi ekonomi keluarga calon siswa pengguna SKTM. Hasil dari verifikasi akan menjadi pembahasan lebih lanjut, sebagai penentu benar tidaknya SKTM yang mereka lampirkan.

"Ini masih kami verifikasi dan belum selesai. Indikatornya dilihat dari sisi ekonomi seperti apa, dipertimbangkan lagi apakah itu benar tidak mampu atau tidak," jelas dia.