Menilik Perbukitan Bayat yang Menyimpan Beragam Petilasan Candi
Wisata

Menilik Perbukitan Bayat yang Menyimpan Beragam Petilasan Candi

Bayat, (klaten.sorot.co)--Kecamatan Bayat merupakan salah satu wilayah yang dikelilingi perbukitan batu dan kapur. Namun siapa sangka dibalik banyaknya bukit yang menjulang tinggi dan berjajar itu ternyata menyimpan sejuta sejarah hingga petilasan-petilan yang belum diketahui oleh masyarakat.

Salah satunya sebuah perbukitan di Desa Talang, Kecamatan Bayat. Sebuah bukit dengan luas sekitar 17 hektar yang biasa disebut dengan Bukit Candi itu berada tepat disamping permukiman warga. Saban hari Bukit Candi hanya dimanfaatkan sebagai tempat bercocok tanam dan mencari pakan ternak.

Butuh waktu kurang lebih 5 menit untuk menuju bukit tersebut dari jalan penghubung Talang dengan Cawas. Setibanya di dasar bukit, dapat dijumpai bebatuan dengan ukuran cukup besar. Rerimbunan pohon masih menghiasi kawasan itu. Angin sepoi-sepoi ditambah hamparan sawah juga masih terasa.

"Banyak batu-batuan besar di dasar bukit. Kondisinya memang masih belum terlihat karena beberapa batu ada yang terkubur tanah," ujar Sekretaris Desa Talang, Kecamatan Bayat, Sri Mulyono, Minggu (08/07/2018).

Untuk menuju puncak bukit, terdapat jalan setapak yang beralaskan batu-batu kecil. Uniknya, di tengah-tengah perjalanan menuju puncak akan dijumpai sebuah batu berbentuk lumpang. Dari cerita yang berkembang di masyarakat, batu lumpang itu merupakan tempat sesuci masyarakat zaman dulu. 

Di sekitaran batu lumpang diketahui ada petilasan candi yang terbuat dari batu bata. Masih belum diketahui asal muasal candi itu peninggalan kerajaan atau bukan, namun dipercayai sisa-sisa candi itu benar ada dan masih belum terungkap hingga kini. Hal itu terbukti dari ditemukannya tumpukan batu bata.

"Pada beberapa waktu lalu kita menemukan batu bata merah berukuran sangat besar. Lokasinya ada ditengah-tengah perjalanan menuju puncak bukit. Dari situ makanya masyarakat sini menyebut Bukit Candi," imbuhnya.

Memasuki kawasan bukit lebih jauh, beberapa bebatuan masih terlihat tertata dengan rapi. Dari puncak bukit, masyarakat bisa melihat pemandangan alam dan hamparan persawahan. Ditambah lagi dengan adanya pepohonan di puncak bukit membuat lokasi sekitar terasa sejuk dan nyaman.

Guna meningkatkan potensi wisata setempat, masyarakat berencana mengembangkan area perbukitan. Tahap awal pengembangan dilakukan dengan perbaikan akses jalan sepanjang 250 meter. Setelah itu, pengembangan dilanjutkan dengan penataan bagian puncak bukit.

"Tahap awal kita perbaiki jalan dengan anggaran Rp 70 juta dari dana desa. Nanti konsep penataannya adalah wisata alam berbasis edukasi. Yang kita angkat adalah petilasan ini agar dikenal lagi oleh masyarakat," pungkas dia.