Waspada, Musim Kekeringan Diprediksi Berlangsung Lebih Lama
Pemerintahan

Waspada, Musim Kekeringan Diprediksi Berlangsung Lebih Lama

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Musim kemarau pada tahun 2018 diprediksi akan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan tahun lalu. Disisi lain, hingga saat ini sudah ada 10 desa di Kabupaten Klaten yang mengajukan bantuan droping air kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Purwanto mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kekeringan diprediksi bakal berlangsung pada bulan Juli dan Agustus. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila mulai mengalami krisis air.

"Memang kemungkinan untuk tahun ini musim kemarau akan lebih lama. Namun, kami prediksi jumlah desa yang mengajukan akan lebih sedikit lantaran program Pamsimas sudah mulai menyasar," ujarnya, Selasa (10/07/2018).

Berdasarkan data dari tahun lalu, sedikitnya ada 22 desa di 7 kecamatan yang kerap kali didera kesulitan air bersih. Berkaca dari data , pada tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran Rp 200 juta dari APBD 2018. Apabila anggaran tidak mencukupi, droping air akan diambilkan dari Dana Siap Pakai (DSP). 

Sampai saat ini sedikitnya ada 10 desa yang mengajukan bantuan droping air meliputi di Kecamatan Kemalang ; Desa Kendalsari, Talun, Sidorejo, Tlogowatu, Keputran. Kecamatan Karangdowo ; Desa Tumpukan, Kecamatan Jatinom ; Desa Bandungan, dan Kecamatan Manisrenggo ; Desa Kecemen dan Ngemplak Seneng.

"Rata-rata berada di wilayah lereng Merapi. Tidak hanya itu ada juga yang memang kondisi air asin dan berkapur. Maka desa mulai mengajukan bantuan droping air," jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkan, pihaknya mempersilakan kepada Pemerintah Desa untuk segera mengajukan bantuan air. Mekanismenya apabila memang sudah kesulitan air bersih, mereka bisa segera menghubungi BPBD. Pihaknya menyiapkan 9 armada dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.