Kuota Siswa SMP Tak Terpenuhi, DPRD Klaten Bakal Panggil Pejabat Disdik
Pendidikan

Kuota Siswa SMP Tak Terpenuhi, DPRD Klaten Bakal Panggil Pejabat Disdik

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Komisi IV DPRD Klaten berencana memanggil sejumlah pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten dalam waktu dekat ini. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk menyikapi terjadinya permasalahan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Klaten, Sri Widodo mengatakan, ada beberapa persoalan yang perlu dibahas dalam rapat khusus. Jajaran legislatif ingin melihat apa saja faktor penyebab tidak terpenuhinya kuota siswa SMP. Termasuk penggunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM).

"Untuk PPDB tingkat SMP kami melihat suasananya lebih bagus, tidak banyak terjadi sesuatu yang buruk. Namun ya masih ada beberapa yang perlu dibahas dan harus dibenahi lagi," ujarnya, Rabu (11/07/2018).

Pihaknya mengaku, beberapa kebijakan yang masih disayangkan yakni adanya calon siswa yang bertempat tinggal dekat dengan sekolah namun justru tidak bisa diterima. Salah satu penyebabnya yakni nilai ujian dari calon siswa yang tidak sesuai dengan ketentuan. 

Pihaknya menilai seharusnya sekolah bisa lebih bijak lagi dalam mengambil langkah. Terutama memberi kesempatan kepada calon siswa yang dekat dengan sekolah agar dapat diterima di sekolahan terdekat. Butuh kebijakan tersendiri untuk menerapkan hal itu.

Misalnya ada warga desa yang rumahnya dekat sekolah namun tidak diterima karena nilai atau tidak ada SKTM, nah sebetulnya itu secara perasaan kurang. Sehingga untuk hal-hal semacam ini kami meminta semacam kebijakan,” jelasnya.

Terkait kouta siswa yang belum terpenuhi, ia menjelaskan hal itu bukan faktor zonasi. Melainkan ia memperkirakan banyaknya siswa yang tinggal di wilayah perbatasan lebih memilih sekolah di luar daerah. Misalnya di Kecamatan Juwiring, tak sedkit ada siswa yang memilih sekolah di Sukoharjo.

Nah kita harus melihat bagaimana inputnya. Kita harus introspeksi kenapa terjadi semacam ini. Maka kami menyiapkan diri untuk nanti ada pembahasan khusus terkait permasalahan ini. Kita mau sikapi seperti apa,” pungkasya.