Soal Konvoi Moge Viral di Jatinom, Begini Penjelasan Kapolres
Peristiwa

Soal Konvoi Moge Viral di Jatinom, Begini Penjelasan Kapolres

Klaten, (klaten.sorot.co)--Jajaran Polres Klaten hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait beredarnya video konvoi moge yang sempat viral saat melintas di Jalan Jatinom - Boyolali, Sabtu (21/07) lalu. Termasuk memintai keterangan terhadap warganet yang mengunggah video tersebut ke media sosial.

Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono mengatakan, ada dua video konvoi moge yang beredar hingga menjadi viral di media sosial. Setelah dilakukan pemeriksaan dan interograsi oleh anggota, didapati bahwa ternyata dua video tersebut merupakan kejadian yang tidak berkaitan dan belum jelas kebenarannya.

"Dalam video itu dianggap bahwa rombongan moge itu diduga arogan dan dikawal oleh patwal yang juga diduga arogan. Ada dua video yang diunggah, yang pertama video iring-iringan moge dan video kedua adalah ibu-ibu yang terjatuh di kebun," ujarnya Senin, (30/07/2018).

Video tersebut diunggah oleh Joko Purwanto warga Kabupaten Boyolali menggunakan akun facebooknya Arjuna Azka. Pada saat kejadian itu Joko tengah mengemudi truk dari arah Jatinom menuju Boyolali. Pada saat yang sama, di belakang truknya melaju iring-iringan moge yang dikawal oleh petugas patroli dan pengawalan. 

Dalam video pertama, Joko sempat merekam iring-iringan moge. Ditengah ia merekam, beberapa rombongan moge yang menyalip nampak membentangkan tangannya. Tidak hanya itu, setelah video hampir berakhir tiba-tiba petugas pengawalan paling belakang juga menghantam kaca spion truk dengan tangannya.

Sementara pada video kedua yang diunggah dengan durasi 22 detik memperlihatkan seorang perempuan terjatuh ke ladang jagung tepi jalan. Dalam video itu pemilik akun, Joko mengatakan bahwa pemotor perempuan terjatuh setelah berpapasan dan dipepet oleh konvoi moge.

"Saat kita tanyai si pengunggah, ia tidak bisa menjelaskan apakah video itu berkaitan. Ia juga tidak tahu apakah ibu-ibu yang terjatuh itu akibat dipepet moge atau terlibat kecelakaan lain. Ia tidak bisa menunjukkan bukti," imbuhnya.

Dari situ polisi telah mendapati fakta lain, Joko sengaja menghalangi iring-iringan moge lantaran diduga tidak suka dengan adanya konvoi tersebut. Hal itu terbukti dengan truk yang dikemudikan Joko sengaja ditengahkan agar iring-iringan moge tidak bisa menyalip kendaraannya. Padahal, lanjut Agung, Joko sudah diberi peringatan dengan sirine.

"Sudah diberi peringatan, ia justru tidak mengindahkan, tidak meminggirkan kendaraannya. Padahal masih ada celah di sisi kiri. Sehingga ada patwal yang menepuk spion truk," jelasnya.

Terkait video pengendara ibu-ibu yang terjatuh, pihaknya hingga kini masih belum bisa menemukannya. Sebab, hingga kini juga belum ada laporan kejadian kecelakaan tersebut yang masuk di Unit Laka Satlantas Polres Klaten. Dari hasil pemantauan plat nomor juga tidak dikenali.

Sementara itu, sopir truk sekaligus pengunggah video, Joko Purwanto mengaku jika dirinya sudah mengetahui ada iring-iringan moge melintas, bahkan pada saat itu ia sudah mendapat peringatan dari petugas pengawalan. Namun ia mengakui ada rasa kurang tanggap dan tidak segera meminggirkan kendaraannya.

"Iya saya sebetulnya tahu, tapi tidak tanggap. Makanya ada tindakan teguran dari petugas. Sedangkan untuk video ibu-ibu yang jatuh saya sebetulnya juga tidak begitu tahu penyebabnya apa. Makanya saya minta maaf sudah menyebar video itu," urai Joko.