Warung Apung Tinggal Kenangan, Rowo Jombor Khusus Pancingan dan Karamba
Pemerintahan

Warung Apung Tinggal Kenangan, Rowo Jombor Khusus Pancingan dan Karamba

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Area Rowo Jombor bakal dikembangkan menjadi wisata berbasis masyarakat dan lingkungan. Guna mewujudkan hal itu, masyarakat Kabupaten Klaten mendapat ruang 10% dari total luasan Rowo Jombor. Rencananya, luasan itu untuk lokasi pemancingan dan karamba ikan.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan, pemanfaatan 10% itu merupakan hasil rapat bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Klaten. Untuk saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menentukan posisinya.

"Insyaallah sudah dipastikan 10%, itu sudah fix. Rowo Jombor bisa kita manfaatkan, nanti akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi. Karena aset itu ada di provinsi," ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa pemanfaatan luasan 10% itu untuk budidaya ikan berupa karamba serta pemancingan. Sedangkan sisanya ditata dan dikembalikan seperti semula, termasuk warung apung yang ada di atas perairan Rowo Jombor juga akan ditata dengan cara dinaikkan ke daratan. 

"Untuk kelanjutan warung apung tetap kita pindahkan ke daratan. Nanti menempati lahan di tepi Rowo Jombor. Dirapikan dan dijadikan satu ke daratan agar lebih baik lagi," jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sri Puryono menargetkan proyek penataan mulai dilaksanakan tahun 2019. Kini, penataan awal yakni melakukan perbaikan jalan di sekeliling Rowo Jombor kurang lebih 300-400 meter dengan anggaran Rp 500 juta dari Pemerintah Provinsi.

"Paling lambat pengerjaan perbaikan jalan dilakukan pada minggu depan. Saya harap seluruh pihak mendukung penuh atas upaya Bupati dalam melakukan penataan rawa secara bertahap," jelasnya.

Seperti yang diketahui, Rowo Jombor memiliki luas sekitar 189 hektar. Dari total luasan tersebut, selama ini masyarakat memanfaatkannya sebagai tempat pemancingan, karamba ikan, dan warung apung. Dari data yang diterima, sedikitnya ada 32 warung apung dan 450 karamba ikan milik masyarakat setempat.