Kemarau, Klaten Jadi Daerah Terbanyak Lakukan Droping Air se-Soloraya
Pemerintahan

Kemarau, Klaten Jadi Daerah Terbanyak Lakukan Droping Air se-Soloraya

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat Kabupaten Klaten menjadi daerah yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau. Di tingkat Soloraya, Klaten menduduki peringkat tertinggi melakukan droping air bersih.

Berdasarkan infografis droping air bersih dari BPBD Jateng per 3 Agustus 2018, Klaten sudah melakukan droping air sebanyak 154 tangki, sementara di urutan kedua yakni Sragen dengan jumlah 153 tangki, kemudian Wonogiri sekitar 31 tangki, Sukoharjo ada 18 tangki dan Boyolali sebanyak 10 tangki.

"Untuk tingkat Soloraya ini peringkat pertama adalah Klaten. Padahal dulu Wonogiri menjadi langganan kekeringan, tapi di tahun ini sudah berkurang karena ada sejumlah program yang dilaksanakan," ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Sarwa Pramana.

Disinggung kondisi musim kemarau yang terjadi saat ini, pihaknya mengaku diprediksi bakal berlangsung cukup panjang hingga bulan Oktober mendatang. Sampai saat ini tercatat sudah ada 21 kabupaten/kota di Jateng yang melakukan droping air. Total ada sekitar 1.227 tangki atau 8 juta liter air. 

Banyaknya kabupaten yang sudah melakukan droping air menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri. Pasalnya, untuk mengurangi dampak musim kemarau tidak bisa terus menerus bergantung pada bantuan droping air. Menurutnya, perlu ada solusi nyata dari berbagi pihak untuk mengatasi permasalahan itu.

"Memang butuh biaya besar, tapi jika tidak seperti itu ya tidak akan menyelesaikan masalah. Kita bisa lihat Wonogiri, dulu dikenal paling krisis air, tapi karena sekarang ada program pipanisasi sudah bisa berkurang," kata dia.

Di daerah Wonogiri, lanjut Sarwa, telah digelontorkan dana Rp 5 miliar dari Pemerintah Provinsi Jateng pada 2015 untuk mengatasi kekeringan. Setalah itu pada tahun 2017/2018 dislokasi dari APBD setempat senilai Rp 10 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk program pipanisasi.

"Nah dari situ bisa kita lihat memang butuh biaya besar. Sebetulnya di wilayah Kemalang, Klaten itu bisa diatasi. Disana ada titik sumber mata air, jadi bagaimana kita bisa mengambil itu untuk kebutuhan masyarakat," pungkasnya.