Pertengahan 2018, Delapan Orang Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis
Pemerintahan

Pertengahan 2018, Delapan Orang Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Temuan virus leptospirosis di Kabupaten Klaten terbilang cukup banyak. Terbukti sejak awal tahun 2018 hingga bulan Agustus ini sudah ada 62 kasus leptospirosis tersebar di masyarakat. Ironisnya, dari jumlah tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto mengatakan virus leptospirosis kebanyakan menyasar di kalangan petani di sawah. Penyebaran virus tersebut juga merata di berbagai kecamatan mulai dari Karangnongko, Jatinom hingga Cawas.

"Di Klaten ini sangat luas penyebarannya. Namun memang kebanyakan yang disasar adalah petani, karena sering berada di sawah dan berhubungan langsung dengan tikus," ujarnya.

Seperti yang diketahui, virus yang disebabkan oleh kencing tikus ini terbilang cukup berbahaya. Terutama untuk masyarakat yang berprofesi sebagai petani, penyebaran virus ini bisa melalui air sawah, padi maupun lumpur. Anggit mengaku, perlu ada pemahaman tersendiri untuk masyarakat, mengingat kasus ini terus naik. 

"Peran puskemas sangat penting. Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat juga harus bisa melakukan diagnose dengan tepat ketika menemukan suspect leptospirosis," imbuhnya.

Atas tingginya kasus ini, ia mengimbau kepada masyarakat terutama petani yang berada di sawah untuk tetap menjaga kebersihan setelah beraktivitas di luar. Termasuk untuk mampu membiasakan diri menggunakan alat pelindung diri (APD) ketika kontak langsung dengan lingkungan sekitar.

Yang paling penting itu tetap menjaga kebersihan diri terutama mereka yang jarang menggunakan alas kaki ketika menggarap di sawah. Ketika sudah ada media air yang bercampur tanah maka penyebaran bisa langsung terjadi, pungkas dia.