Mendadak, Lapas Klas II B Klaten Digeledah Polda
Peristiwa

Mendadak, Lapas Klas II B Klaten Digeledah Polda

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Direktorat reserse narkoba Polda Jawa Tengah (Jateng) melakukan pemeriksaan secara mendadak di Lapas Klas II B Klaten, Rabu (08/08/2018) pagi. Satu per satu ruang tahanan digeledah, serta sejumlah warga binaan diperiksa secara intensif.

Informasi yang dihimpun, pemeriksaan dilakukan secara tertutup. Sedikitnya ada 66 personel gabungan diterjunkan, meliputi 36 personel dari Polda Jateng dan 30 personel dari Polres Klaten. Tidak hanya itu, dalam pemeriksaan besar-besaran ini juga melibatkan seekor anjing pelacak.

"Razia ini merupakan kegiatan rutin dengan melibatkan personel dari Polda maupun Polres. Sasaran kami memang narapidana kasus narkoba yang ada di dalam Lapas," ujar Kabag Wasidik Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Wibisono.

Disampaikan, pemeriksaan diawali dengan menggeledah setiap ruang tahanan yang ada di dalam Lapas Klas II B Klaten menggunakan anjing pelacak. Kemudian dilanjutkan dengan menggeledah barang bawaan para napi dan ditutup dengan pemeriksaan kesehatan berupa tes urin. 

"Kita geledah ruang tahanan, lalu anggota badan napi. Dan hasilnya ternyata negatif, tidak ada temuan baik barang maupun indikasi penggunaan dari para napi," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penggeledahan ini dilakukan secara bertahap dengan sasaran seluruh Lapas di Jateng. Hingga saat ini sudah ada separuh Lapas yang sudah diperiksa. Rencananya penggeledahan akan dilanjutkan ke daerah-daerah lain guna mencegah peredaran narkoba di Lapas.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas II B Klaten, Turyanto menjelaskan total warga binaan saat ini mencapai 249 orang. Dari jumlah tersebut, 50 orang diantaranya adalah napi kasus narkoba. Mereka tidak hanya warga Klaten, melainkan berasal dari luar daerah.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Memang selama ini kami mengalami keterbatasan personel untuk melakukan itu, terutama alat-alat yang digunakan untuk pemeriksaan juga tidak lengkap seperti milik polisi," jelasnya.

Disinggung mengenai penjagaan para warga binaan terutama untuk napi kasus narkoba, pihaknya menjelaskan selama ini mereka berada di ruang tahanan terpisah, tidak menjadi satu dengan tahanan kasus lain. Hal itu dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.