Puluhan Kasus Narkoba Terungkap, Pengedar Mendominasi
Hukum & Kriminal

Puluhan Kasus Narkoba Terungkap, Pengedar Mendominasi

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Sedikitnya ada 35 kasus narkoba yang berhasil diungkap Satuan Reserse Narkoba Polres Klaten dalam kurun waktu setengah tahun terakhir ini. Dari jumlah tersebut, rata-rata tersangka berperan sebagai pengedar. Sementara, wilayah perbatasan disinyalir menjadi tempat transaksi.

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono melalui Kasat Narkoba, AKP Munawar mengatakan, jumlah kasus narkoba yang diungkap hingga bulan Agustus ini terbilang masih sama dibanding tahun lalu. Beragam jenis narkoba diamankan, mulai dari sabu-sabu hingga pil Trihex.

"Dibandingkan tahun lalu hampir sama. Sementara untuk rata-rata jenis barang bukti juga sama yakni sabu, obat-obatan keras dengan jenis Trihex. Cuma itu saja," ujarnya.

Pihaknya mengaku di Kabupaten Klaten masih belum ada temuan jenis narkotika baru, seperti yang marak baru-baru ini yakni obat gorila. Hanya saja, yang menjadi perhatian adalah dari puluhan tersangka itu justru hampir separuh didominasi oleh pengedar. Sementara sisanya merupakan pengguna dan kurir. 

"Nah untuk tersangka mereka ini justru pengedar. Ini kami masih telusuri lagi dari mana sebetulnya mendapat barang-barang tersebut. Karena narkoba itu jaringan terputus," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dari pengalaman sebelumnya, lokasi transaksi biasa dilakukan di wilayah perbatasan. Seperti Kecamatan Wonosari, Delanggu, dan Juwiring berbatasan dengan Solo. Sedangkan Kecamatan Tulung berbatasan dengan Boyolali, Kecamatan Cawas perbatasan dengan Gunungkidul.

Kemudian yang cukup besar adalah Kecamatan Prambanan, karena berbatasan dengan Yogyakarta. Dari hasil pemetaan itu, perlu ada pengawasan khusus dari semua pihak baik polisi maupun masyarakat. Ia juga meminta kepada masyarakat agar bisa kooperatif dalam memberikan informasi.

"Jika ada yang mencurigakan segera lapor ke kami. Tidak bisa kami bergerak sendiri, harus ada dukungan dari instansi lain dan masyarakat," pungkas dia.