Ribuan Anak Bakal Meriahkan Festival Ketoprak Pelajar Klaten
Budaya

Ribuan Anak Bakal Meriahkan Festival Ketoprak Pelajar Klaten

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Sebanyak 2.030 pelajar dari SD, SMP, dan SMA/SMK bakal memeriahkan Festival Ketoprak Pelajar (FKP) Klaten 2018. Dalam gelaran kali ini peserta FKP tidak hanya berasal dari Kabupaten Klaten, melainkan merambah ke sejumlah sekolah yang ada di wilayah Soloraya.

Penggagas FKP, Edy Sulistyanto mengatakan, ribuan pelajar itu terdiri dari 58 sekolah. Jumlah itu terbagi menjadi 27 sekolah berasal dari SMA/SMK, 16 dari SMP dan 15 dari SD. Masing-masing pelajar bakal unjuk kebolehan menampilkan pentas seni ketoprak sesuai dengan tingkatannya.

"Untuk tahun ini jumlah peserta bertambah, tidak hanya dari Klaten melainkan dari Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali. Sehingga durasi pelaksanaan bakal berlangsung lebih lama," ujarnya, Rabu (05/09/2018).

Dikatakan, untuk penyelenggaraan FKP pihaknya juga menggandeng Omah Wayang, salah satu unit kegiatan seni Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dewi Fortuna. Nantinya lokasi pementasan berada di SD Krista Gracia, Jl. Seruni, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah. 

Pelaksanaan FKP terbagi menjadi beberapa tingkat. Tingkat SMA/SMK digelar mulai, Jumat (07/09) hingga Selasa (11/09). Sementara untuk tingkat SMP dilaksanakan pada Sabtu (15/09) hingga Minggu (16/09). Sedangkan untuk tingkat SD digelar mulai Jumat (05/10) hingga Minggu (07/09) mendatang.

"Sebelum pelaksanaan FKP, kami juga akan menyiapkan workshop. Hal itu selaras dengan program pemerintah, agar para pelajar bisa lebih mandiri saat pentas. Mulai dari pembuatan naskah, pengiring hingga sutradara, semua diinisiasi oleh pelajar," urai dia.

Lebih lanjut disampaikan, FKP bakal memperebutkan piala gubernur untuk tingkat SMA/SMK. Sementara, tingkat SD dan SMP memperebutkan piala bupati. FKP digelar sebagai salah satu upaya panitia kepada pihak sekolah dalam hal pelestarian budaya Jawa melalui ketoprak.

"Pelestarian budaya itu bagian tak terpisahkan dari penguatan pendidikan karakter. Mereka yang ikut harapannya terbangun karakter mereka," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu panitia dari Omah Wayang Klaten, Kristian Apriyanta menambahkan seluruh pelajar dibebaskan dalam menentukan lakonnya. Diharapkan, dengan adanya gelaran ini seluruh pelajar mau untuk nguri-uri budaya Jawa dan bisa mengalihkan ketergantungan mereka terhadap gadget.