Pelajar yang Tewas Kecelakaan Ternyata Atlet Popda
Peristiwa

Pelajar yang Tewas Kecelakaan Ternyata Atlet Popda

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Aria Habibul Ghofar (16), pelajar yang meregang nyawa setelah terlibat kecelakaan dengan mobil di Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara pada Rabu (05/09/2018) pagi tadi ternyata seorang atlet. Aria merupakan atlet Popda cabang olahraga bola voli dari SMA N 1 Karanganom.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sorot.co, Aria merupakan pelajar kelas XI IPA II. Ia tergabung dalam atlet Popda cabang olahraga bola voli dari SMA N 1 Karanganom sejak beberapa waktu terakhir ini. Aria adalah pelajar asal Dukuh Mendak, Desa Mendak, Kecamatan Delanggu.

Pada saat kejadian, Aria bersama rombongan berangkat menggunakan sepeda motor menuju lapangan Merah Putih, Kecamatan Klaten Utara. Aria berboncengan bersama rekannya, Gilang Dito Pratama (16) warga Dukuh Satikan, Desa Pondok, Kecamatan Karanganom dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat AD 5094 DEC.

"Iya betul (pelajar SMA N 1 Karanganom). Tadi itu sebetulnya rombongan kita yang akan mengikuti pertandingan Popda. Cabang olahraga bola voli," ujar Kepala Sekolah SMA N 1 Karanganom, Sutrisno saat dikonfirmasi, Rabu siang.

Dijelaskan, dipilihnya sepeda motor sebagai kendaraan untuk mengangkut atlet dan pelatih merupakan inisiatif dari para atlet. Mengingat jarak tempuh antara SMA N 1 Karanganom dengan lokasi pertandingan bola voli terbilang dekat. Ditambah lagi kurangnya armada mobil yang digunakan untuk mengangkut peserta Popda. 

"Memang keinginan anak-anak bersama pembimbing memilih naik sepeda karena dekat. Sebetulnya kami juga bisa saja menyewakan mobil, tapi karena keinginannya seperti itu ya sudah," imbuh dia.

Untuk saat ini, pihak sekolah sudah bertemu dengan orang tua Aria untuk menyampaikan bela sungkawa dan permintaan maaf. Tidak hanya itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban pihaknya kini tengah mengurus jasa asuransi, sebab memang seluruh pelajar di SMA N 1 Karanganom mendapatkan asuransi.

"Ini adalah musibah. Saya selaku kepala sekolah mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga. Yang pasti ini kami sudah mengurus klaim jasa asuransi, semoga bisa segera diproses," kata dia.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono melalui Kanit Laka Satlantas, Ipda Adhi Prasidya Dana mengungkapkan hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kecelakaan ini. Pengemudi mobil termasuk barang bukti berupa mobil dan sepeda motor sudah diamankan ke Unit Laka.

"Ini masih kita periksa. Pengemudinya mobil sudah kita amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut," kata dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, peristiwa itu bermula saat mobil jenis Daihatsu Sigra AD-9476-BQ yang dikemudikan Rudira Sura Atmaja (35) warga Desa Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah berjalan dari arah simpang empat Sangkal Putung menuju wilayah Ngupit. Mobil diketahui melaju dengan kecepatan tinggi.

Setibanya di simpang empat Kuoso, Aria bersama rombongan berjalan dari arah utara dan berencana menyebrang Jalan Ki Ageng Gribig. Namun nahas, lantaran jarak kedua kendaraan itu sudah dekat. Keduanya langsung bertabrakan ditengah jalan. Mobil sempat oleng dan menabrak Aria hingga membentur pagar tembok.