Seluruh Desa di Klaten Diminta Terapkan Sistem Informasi Desa
Pemerintahan

Seluruh Desa di Klaten Diminta Terapkan Sistem Informasi Desa

Klaten, (klaten.sorot.co)--Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Klaten meminta kepada seluruh pemerintah desa untuk menerapkan Sistem Informasi Desa (SID). Nantinya, SID dari Pemdes bakal terintregasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten.

Kepala Dispermasdes Klaten, Jaka Purwanto mengatakan, SID merupakan sebuah sistem berbasis website yang mampu menginformasikan berbagai kegiatan dan potensi di desa. SID bakal terintegrasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten dan bisa diakses oleh masyarakat luas.

Bentuknya seperti dashboard. Sehingga dari desa bisa mengunggah semua yang dimiliki ke dalam SID itu. Dan yang paling penting adalah transparansinya. Karena bisa kita pantau dan dilihat oleh masyarakat,” ujarnya, Kamis (06/09/2018).

Pihaknya menyampaikan, beragam kegiatan yang bisa ditampilkan meliputi aset, data statis, topografi, demografi, potensi desa, hingga memuat peta desa. Tidak hanya itu, melalui SID ini Pemdes juga mengkombinasikan dengan pelayanan administrasi surat menyurat dalam satu sistem. 

Sebetulnya SID ini sangat penting untuk pengembangan desa dan pelayanan. Dari sisi keuntungan bisa mempromosikan apa saja yang dimiliki desa, jadi semua bisa diakses oleh masyarakat. Bisa jadi referensi,” jelasnya.

Dari sisi pelayanan kepada masyarakat, SID bisa memudahkan dalam hal pelayanan administrasi kependudukan, sebab SID sudah terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Klaten. Nantinya, masyarakat tinggal mengajukan NIK melalui Pemdes agar bisa terhubung.

Disitu nanti akan terhubung dengan data kependudukan di dinas, sehingga seseorang tinggal mengajukan NIK kemudian data muncul dan tinggal mengisi kepentingannya apa. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke dinas,” urai dia.

Untuk saat ini, pemerintah provinsi telah memfasilitasi SID agar bisa segera terintegrasi. Sebagai pilot project, ada empat desa di Klaten yang sudah dipersiapkan yakni Desa Ponggok, Pandes, Nglinggi, dan Jaten. Keempat desa bakal difasilitasi secara gratis dan menjadi percontohan.

Dari provinsi ini gratis. Artinya desa hanya tinggal menyiapkan segela sesuatunya seperti SDM dan lainnya,” pungkas dia.