Penggilingan Padi Dirampok, Sepeda Motor Raib, Pemilik Tertusuk
Hukum & Kriminal

Penggilingan Padi Dirampok, Sepeda Motor Raib, Pemilik Tertusuk

Tulung, (klaten.sorot.co)-- Sebuah tempat penggilingan padi milik Samiran (50) yang berada di Desa Pomah, Kecamatan Tulung dibobol maling, Sabtu (08/09) dini hari. Akibatnya, uang tunai senilai Rp 300 juta, sepeda motor hingga empat buah handphone raib digondol. Samiran juga sempat mengalami luka sayatan pada bagian tangan.

Peristiwa itu bermula saat Samiran beserta istri dan anaknya tidur pulas di dalam kamar, Jumat (07/09) malam. Tidak lama kemudian tepatnya pada Sabtu dini hari tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari dalam. Tanpa diduga, sekawanan perampok sudah berada di dalam kamar dan membekap Samiran beserta anak istrinya.

"Mereka masuk dengan cara mencongkel jendela kamar. Kami sempat kaget dan terbangun, namun mereka langsung membekap kami," ujar Samiran, Minggu (09/09/2018).

Samiran beserta anak dan istrinya dibekap menggunakan kain beraroma bensin. Setelah dilumpuhkan, lantas kawanan perampok itu mengikat tangan dan kaki Samiran serta keluarganya. Kawanan perampok diprediksi berjumlah lebih dari tiga orang. Pada saat beraksi, mereka juga mengenakan penutup wajah serba hitam. 

Mendapati hal itu, Samiran sempat melakukan perlawanan. Namun nahas, salah satu pelaku justru semakin membabi buta dan melukai tangan Samiran menggunakan pisau. Merasa aksi perampok dinilai nekat, Samiran langsung mengurungkan niatnya untuk melakukan perlawanan lagi mengingat istri dan anaknya sudah dibekap.

Setelah seluruh korban sudah tak berdaya, kawanan perampok langsung melakukan aksinya. Mereka berhasil mendapatkan uang tunai senilai Rp 300 ribu dan empat handphone yang ada di dalam kamar. Tidak hanya itu, sepeda motor jenis Honda Scoopy AD 6348 ABC milik Samiran juga turut menjadi sasaran pencurian.

"Aksinya sangat cepat, sekitar 30 menit. Setelah itu mereka keluar dengan cara meminta kunci pintu gerbang," imbuhnya.

Beberapa menit kemudian kondisi sudah sepi, istri Samiran lantas mencari gunting untuk melepaskan ikatan. Namun nahas, begitu melihat kondisi kamarnya sudah dalam keadaan berantakan. Tanpa pikir panjang, Samiran langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Akibat luka yang diderita ia harus menerima 10 jahitan.

"Kami langsung melaporkan ke polisi. Karena memang aksi ini sangat berbahaya, barang berharga hilang dan pelaku juga menggunakan pisau," jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman mengaku sudah menerima laporan tersebut. Petugas dari Polsek setempat dan Satreskrim Polres Klaten sudah mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Ia mengaku kasus ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

"Anggota saya sudah bergerak, ini masih dalam penyelidikan. Kami berusaha melakukan pengejaran terhadap pelaku," kata dia.