Banyak Nyawa Pelajar Melayang di Jalan Raya, Polisi Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas
Peristiwa

Banyak Nyawa Pelajar Melayang di Jalan Raya, Polisi Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas

Delanggu,(klaten.sorot.co)--Satlantas Polres Klaten mulai melakukan pergerakan menyusul maraknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kalangan pelajar pada beberapa waktu lalu. Kali ini, polisi mengumpulkan sejumlah kepala sekolah, perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk diberi pengarahan.

Lokasi pertama yang dikunjungi oleh jajaran Satlantas Polres Klaten berada di wilayah Kecamatan Delanggu. Puluhan kepala sekolah dan perangkat desa dikumpulkan di Aula Polsek Delanggu, pada Kamis (14/09/2018) malam. Fokus pembahasan pada kesempatan kali ini adalah pelajar yang mengendarai sepeda motor.

"Kita konsen di kalangan pelajar. Karena memang beberapa waktu lalu kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar mengalami peningkatan," ujar Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono melalui Kanit Registrasi dan Identifikasi, Iptu Rizky Widodo, Kamis malam.

Menurutnya sosialisasi dengan menyasar sejumlah wilayah seperti ini sangat penting, mengingat trend kasus kecelakaan lalu lintas saat ini justru beralih ke pinggiran. Tidak seperti tahun lalu yang berada di sepanjang Jalan Jogja-Solo. Sehingga, lanjut Rizky, butuh kerjasama yang baik dari semua pihak termasuk tokoh masyarakat. 

Data yang diterima sementara, kasus kecelakaan mulai mengalami kenaikan sejak dua bulan terakhir ini. Pada bulan Juli kasus kecelakaan tercatat mencapai 47 kejadian, sementara pada bulan Agustus ada peningkatan menjadi 48 kejadian. Dari jumlah itu, diakuinya, rata-rata kasus terjadi di jalan-jalan wilayah pinggiran.

"Berkaitan dengan kecelakaan ini untuk pelaku maupun korban atau salah satunya kebanyakan melibatkan pelajar, usia produktif. Nah, adik-adik kita memang sangat membutuhkan perhatian dari kita," imbuhnya.

Melalui sosialisasi ini, pihaknya berharap semua elemen bisa ikut melakukan upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar. Sehingga, dengan banyaknya orang di sekitar yang mengingatkan diharapkan mampu membuat para pelajar lebih mentaati peraturan lalu lintas. Mengingat mereka masih belum cukup umur untuk berkendara.

"Nah bagaimana kedepan masyarakat ini bisa ikut ngoprak-oprak pelajar agar tertib. Maka kita panggil seluruh elemen supaya bisa ikut terlibat. Tidak hanya dari kepolisian saja yang mengingatkan," jelasnya.

Seperti yang diketahui, peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar telah terjadi dalam kurun waktu dua hari berturut-turut. Peristiwa pertama terjadi di Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Gergunung, Klaten Utara, pada Rabu (05/09). Akibat peristiwa itu seorang pelajar tewas setelah tertabrak mobil.

Peristiwa kedua terjadi di Jalan Jatinom-Boyolali, Desa Pandean, Kecamatan Jatinom, pada Kamis (06/09). Akibatnya, seorang pelajar yang mengendarai sepeda motor tewas setelah ditabrak truk pengangkut pasir. Ironisnya, peritiwa itu terjadi saat korban hendak berangkat sekolah.