FKUB Minta Kampanye dan Politik Tak Dilakukan di Tempat Ibadah
Politik

FKUB Minta Kampanye dan Politik Tak Dilakukan di Tempat Ibadah

Klaten,(klaten.sorot.co)--Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten meminta kepada semua pihak untuk tidak menggunakan tempat ibadah sebagai ajang kampanye dan sarana politik praktis. Hal itu dilakukan guna menjaga persatuan dan kerukunan antar umat beragama jelang Pemilu serentak 2019.

Ketua FKUB Kabupaten Klaten, Syamsuddin Asrofi mengatakan tempat ibadah harus bersih dan terhindar dari beragam isu-isu politik. Artinya, peran dari masing-masing umat maupun tokoh agama untuk menjaga dan mengawasi sangat diperlukan. Termasuk mencegah apabila ada ceramah yang mengandung unsur politik.

"Sebaiknya masing-masing menjaga rumah ibadah agar tidak terkotori dari pertikan politik yang tidak perlu. Karena setiap rumah ibadah itu memiliki jamaah dengan pilihan masing-masing," ujarnya usai menghadiri deklarasi pemilu damai, pada, Senin (01/10) sore.

Menurutnya pencegahan politik praktis di tempat ibadah perlu dilakukan sejak dini, sebab hal itu dikhawatirkan dapat membuat keretakan antar umat di tempat ibadah. Sehingga, guna membentengi diri akan hal itu, pihaknya meminta kepada tokoh agama agar bisa menjadi contoh baik bagi jamaahnya demi kemaslahatan bersama. 

Tidak hanya itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menerima beragam informasi yang berkaitan dengan pemilu baik dari legislatif maupun pemilihan presiden. Sebelum mempercayai informasi itu, sebaiknya masyarakat terlebih dahulu melakukan klarifikasi melalaui pihak yang berkaitan.

"Kita harus Tabayyun, atau klarifikasi semua informasi terkait dengan pemilu. Dengan cara apa? Silahkan bertanya kepada tokoh yang dipandang memiliki kualifikasi dan memiliki pemikiran jernih dalam menghadapi persoalan itu," kata dia.

Diharapkan, dengan adanya sejumlah himbauan tersebut pelaksanaan pemilu serentak 2019 nanti bisa berjalan aman dan damai, tanpa ada perpecahan dari sejumlah golongan. Pihaknya juga meminta dalam pesta demokrasi nanti bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat sebagai ajang pemersatu bangsa.

"Pemilihan ini harus dijadikan momentum untuk merekatkan seluruh bangsa, siapapun yang jadi mulai dari pusat maupun daerah harus kita dorong. Agar bisa membawa aspirasi masyarakat demi kebaikan bersama," imbuhnya.

Dirinya mengaku di Kabupaten Klaten memiliki masyarakat dengan beragam agama. Dari total jumlah masyarakat di Klaten, sekitar 1,3 juta orang beragam Islam, 42 ribu orang beragama Katolik, 38 ribu orang merupakan Protestan, 12 ribu orang dari Hindu, 400 ribu orang beragama Budha dan puluhan orang dari Khonghucu.