Aksi Bersepeda Santai Umat Katolik dan Muslim
Olahraga

Aksi Bersepeda Santai Umat Katolik dan Muslim

Wedi,(klaten.sorot.co)--Ratusan masyarakat Kecamatan Wedi mengadakan kegiatan sepeda santai bersama, Rabu (03/10/2018) pagi. Namun tak hanya sekedar sepeda santai, dalam kegiatan itu diikuti oleh sejumlah warga lintas agama dan lintas iman. Mereka berasal dari umat Muslim dan Katolik di Kecamatan Wedi.

Sedikitnya ada 150 orang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Sepeda santai mengambil start dari Masjid Nurul Jami, Wedi. Seratusan umat lintas agama itu bakal menyusuri sepanjang jalan Kecamatan Wedi hingga naik ke wilayah perbatasan Kabupaten Gunungkidul. Titik finish berada di Gedung Ganeca di Desa Sukorejo, Wedi.

Pastur Gereja Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Emanuel Maria Supranowo mengatakan sepeda santai lintas agama ini merupakan kali pertama diadakan. Tujuan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat adalah perbedaan keyakinan tidak akan merenggangkan ikatan tali silaturahmi antar sesama umat manusia.

"Ini adalah langkah awal kami dalam menjalin silaturahmi kepada saudara kami yang berbeda keyakinan. Karena semua warga disini adalah satu, yaitu dalam negara Indonesia," ujarnya disela-sela kegiatan, Rabu pagi.

Selain untuk merajut kebersamaan, sepeda santai ini juga dimaksudkan untuk memeriahkan Hari Kesaktian Pancasila. Melalui hari bersejarah ini, seluruh umat lintas agama ingin mengenang jasa pahlawan. Sekaligus mensyukuri jerih payah dan perjuangan pahlawan dalam meraih kemerdekaan bangsa Indonesia. 

"Kami harap kegiatan ini bisa berkembang ke kegiatan selanjutnya, bisa dikatakan ini sebagai pintu awal dimana pada hari Kesaktian Pancasila kami bersama-sama merajut tali persaudaraan. Maka untuk rutenya kita juga menuju ke makam pahlawan," kata dia.

Sementara itu, komunitas sepeda onthel jamaah Masjid Jami' Restu Pagi, Kasidi mengaku sesama umat manusia seharusnya tidak ada perbedaan dalam menjalin kebersamaan, baik itu dari umat Muslim, Katolik maupun lainnya. Sehingga, dengan adanya sepeda santai ini diharapkan tali silahturahmi bisa terus terjalin.

"Kita selama ini tidak ada perbedaan, jangan hanya karena berbeda keyakinan kita jadi tidak bersilaturahmi. Maka bagaimana cara kita merajut kebersamaan ini agar bisa diikuti oleh generasi penerus," jelasnya.