Hilang 4 Hari, Pria Asal Manisrenggo Tewas Tergantung di Pohon Beringin
Peristiwa

Hilang 4 Hari, Pria Asal Manisrenggo Tewas Tergantung di Pohon Beringin

Klaten,(klaten.sorot.co)--Siswadi (43), warga Dukuh Sorowijan, Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di pohon beringin, pada Jumat (05/10) kemarin. Sebelumnya, ia sempat tidak pulang ke rumah sekitar empat hari yang lalu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat, Wawan (36). Kala itu, Wawan hendak membersihkan makam yang terletak di sebelah pohon beringin. Tak selang beberapa waktu kemudian, ia tiba-tiba mencium bau menyengat.

Lantaran merasa curiga, ia lantas mencari sumber bau menyengat tersebut. Tanpa diduga, ia justru dikejutkan dengan sesosok mayat tergantung di sebuah pohon beringin dengan posisi leher terjerat akar. Mendapati hal itu, Wawan langsung meminta bantuan kepada masyarakat sekitar.

"Posisi korban tergantung di akar yang menjalar ke bawah, kira-kira ketinggiannya tiga meter. Kondisi tubuh sudah agak kehitaman," ujar salah satu relawan dari TRC BPBD Klaten, Dika, Sabtu (06/10/2018) siang.

Disampaikan, evakuasi korban dilakukan oleh sejumlah relawan dan aparat kepolisian. Proses evakuasi sempat mengalami kendala lantaran posisi korban tergantung pada ketinggian sekitar lima meter dari atas tanah. Selain itu, kondisinya yang nyaris membusuk juga membuat tim harus berhati-hati. 

Metode evakuasi menggunakan kantong mayat yang ditarik ke atas dengan tali. Sejumlah tim memiliki tugas masing-masing, beberapa orang berada di bawah untuk memposisikan kantong agar tepat di bawah jasad korban, sementara tim lainnya menarik tali agar kantong mayat bisa naik. Proses evakuasi berjalan sekitar 45 menit.

"Kendala kami, posisi korban diatas. Karena tidak memungkinkan maka kita gunakan tali agar tidak berkontak langsung dengan jasad korban. Setelah itu jasad langsung di masukkan ke kantong mayat," imbuh dia.

Usai berhasil dievakuasi, jasad korban kemudian diserahkan ke Pemerintah Desa setempat dan diteruskan ke pihak keluarga. Korban bergegas dimakamkan lantaran dimungkinkan sudah meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Dari informasi yang diperoleh, korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan.