Kejernihan Air Siblarak Jadi Pengobat Teriknya Matahari
Wisata

Kejernihan Air Siblarak Jadi Pengobat Teriknya Matahari

Polanharjo,(klaten.sorot.co)--Suara gemercik air bersahutan dengan hembusan angin sangat terasa di area persawahan yang berada di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo. Di tengah persawahan tersebut, sejumlah warga dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua bermain air di kolam alami dari bebatuan. 

Kolam alami yang bernama Siblarak itu menyuguhkan beragam potensi alam. Tak hanya kolam, sejumlah gazebo dan rerimbunan pohon tampak berdiri kokoh di sekitaran kolam. Batang-batang pohon menjulang tinggi memayungi kolam, dahan pepohonan yang saling bergesekan membuat terik matahari seakan tak mampu menerobos masuk.

Meski air yang memenuhi bukan berasal dari sumber mata air asli, namun air tersebut merupakan tumpahan dari Umbul Kemanten, sebuah sumber mata air di Desa Sidowayah. Kedalaman airnya sekitar 170 meter dengan luasan lebih dari 500 meter. Bebatuan dan rumput turut menghiasi sebagai penambah kesejukan.

"Wisata ini kami kembangkan pada tahun 2017, total luasannya mencapai 2,5 hektar. Fokus kami adalah pengembangan wisata air dan pertanian," ujar Direktur BUMDes Desa, Imron, Minggu (07/10/2018).

Wisata baru yang kini tengah dikembangkan oleh masyarakat desa setempat itu tak bisa dianggap sebelah mata. Kodisi alamnya sangat cocok untuk melepas letih usai melakukan aktivitas selama sepekan. Sejumlah spot foto berupa gapura bambu dan rumah tradisional turut menghiasi sebagai wahana pemburu foto. 

Sebagai tahap awal, para pengunjung tak perlu merogoh kocek untuk menikmati kesejukan airnya. Imron mengaku untuk kedepannya wisata ini akan dilengkapi sebuah wahana permainan bernama flying byur, sebuah wahana luncuran dari ketinggian dengan landasan kolam air. Rencananya flying byur memiliki ketinggian lebih dari delapan meter.

"Flying byur akan menjadi wahana baru, nanti masyarakat bisa bermain air, dan bisa berenang. Sehingga kita manfaatkan alam yang ada untuk masyarakat agar bisa bersantai," kata dia.

Disinggung mengenai anggaran wisata ini, Imron menjelaskan berasal dari dana desa senilai Rp 645 juta, dari Kabupaten Klaten Rp 200 juta dan dari BUMDes sekitar Rp 30 juta. Dana tersebut digunakan untuk tahap awal mulai dari pembuatan jalan, pintu masuk, kolam air. Sementara dana dari BUMDes dimanfaatkan untuk finishing.

"Harapan kami dengan adanya wisata ini masyarakat bisa berkembang. Mereka juga bisa ikut investasi untuk mengembangkan wahana ini. Target kami untuk pemberdayaan masyarakat," pungkasnya.