Sri Mulyani Sindir Anggaran Wisata Umbul Pluneng Tak Diserap
Wisata

Sri Mulyani Sindir Anggaran Wisata Umbul Pluneng Tak Diserap

Kebonarum,(klaten.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pengembangan Umbul Pluneng dalam dua tahun terakhir ini. Namun, Bupati Klaten, Sri Mulyani menyayangkan anggaran untuk wisata itu tak diserap oleh pemerintah desa setempat.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam sambutannya di acara tradisi kirab dan syukuran banyu di Umbul Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Minggu (07/10/2018). Menurut Mulyani, anggaran tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan lanjutan Umbul Pluneng.

"Sudah dua tahun ini Pemdes Pluneng mendapat anggaran Rp 2 miliar dari APBD, tapi malah tidak diserap. Padahal itu bisa dimanfaatkan dengan baik," ujar Mulyani.

Lebih lanjut disampaikan, anggaran tersebut sebetulnya untuk pelebaran obyek wisata mulai dari lahan parkir, stand kuliner, dan wahana permainan baru. Sesuai rencana pada tahun 2017 lalu, pengembangan wisata dapat memanfaatkan lahan milik kas desa dengan suasana kurang lebih 3.800 meter persegi. 

Menurut Mulyani, Umbul Pluneng merupakan salah satu destinasi wisata yang digadang-gadang bisa moncer. Mengingat sumber mata air yang keluar dari dasar umbul mengandung kesehatan sebagai terapi. Terlebih lagi, air yang melimpah juga mampu dikembangkan untuk wisata air terpadu.

"Tahun depan kami anggarkan lagi, saya harap bisa diserap. Kalau tidak punya komponen untuk pengembangan, bisa mencari konsultan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pluneng, Wahyudi menjelaskan tak bisa terserapnya anggaran untuk pengembangan Umbul Pluneng lantaran ada permasalahan administrasi. Ada revisi pada perencanaan yang sudah dibuat oleh pemerintah desa, sehingga serapan anggaran masih belum bisa dilakukan.

"Site plant kita serahkan ke Dinas Pariwisata, tapi ada revisi. Dinas minta semua dilakukan dengan otomatis, sementara yang kita buat ada sebagian yang dilakukan secara manual. Semoga tahun depan bisa diserap," kata dia.