Donasi Terkumpul Rp 2 Miliar, Pemkab Kirim Tim Assessment ke Lombok
Sosial

Donasi Terkumpul Rp 2 Miliar, Pemkab Kirim Tim Assessment ke Lombok

Klaten,(klaten.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengirimkan sejumlah tim assessment ke wilayah terdampak bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pekan lalu. Hasil dari assessment menjadi dasar untuk penyaluran bantuan yang sudah dikumpulkan sebelumnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi mengatakan donasi yang sudah dikumpulkan untuk korban gempa bumi di Lombok mencapai Rp 2.026.249.289. Sebelum disalurkan, Pemkab Klaten perlu persetujuan dari pemerintah setempat dan data yang riil di lapangan pasca bencana tersebut.

"Kita perlu tahu apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat di sana, agar bantuan ini bermanfaat. Maka perlu mengirim tim assessment dari Klaten untuk bertemu dengan pemerintah disana," ujarnya Selasa, (09/10/2018).

Dikatakan, sesuai rencana donasi yang terkumpul lebih dari Rp 2 miliar itu akan disalurkan dalam bentuk pendirian rumah, gedung Puskesmas dan fasilitas lainnya. Untuk bantuan rumah warga, masing-masing akan dianggarkan sekitar Rp 50 juta. Hal itu penting, sebab banyak rumah warga yang roboh akibat gempa. 

"Kalau untuk sarana dan prasarana umum kemungkinan sudah di pikirkan oleh pemerintah pusat, maka kita ikut membantu terhadap rumah warga saja. Memang pasti belum bisa mencukupi semuanya, tapi paling tidak sudah bisa tersalurkan," kata dia.

Tim assessment terdiri dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekminto; Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto; serta Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto. Sejumlah lokasi yang dikunjungi mulai dari permukiman hingga gedung pemerintahan.

Menurut Ronny, kerusakan yang terjadi di Lombok hampir sama parahnya dengan kondisi Klaten pasca gempa bumi yang mengguncang tahun 2006 lalu. Hanya saja untuk di Lombok, gedung pemerintahan mengalami rusak parah. Bahkan, aktifitas Bupati dan pejabat lainnya terpaksa harus pindah tempat.

"Kita sudah bertemu dengan Sekda Lombok Utara. Nanti donasi dari kami akan disalurkan ke Desa Pendua. Ini masih menunggu informasi lanjutan dari kades maupun camat setempat," urai dia.