Berkata Jorok, Video 5 Siswi Asal Delanggu Viral di Medsos
Peristiwa

Berkata Jorok, Video 5 Siswi Asal Delanggu Viral di Medsos

Delanggu,(klaten.sorot.co)--Sebuah video berisi lima siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sempat menghebohkan media sosial (medos) beberapa hari terakhir ini. Kelima siswi yang tak disebutkan namanya itu viral usai membuat video dengan perkataan tak senonoh.

Video tersebut beredar dengan durasi kurang lebih 30 detik. Dalam tayangannya, terlihat lima siswi berhijab masih mengenakan seragam sekolah. Melalui video tersebut, masing-masing dari mereka mengatakan bahwa kehidupan di Kabupaten Klaten sangat keras.

Klaten keras lur, s*s*cilik ditinggalke s*s*gede diperjuangke. Klaten keras lur, aku sing berjuang koncomu entuk sayang. Klaten keras lur, p***mu cilik ditinggal selingkuh. Klaten keras lur, koe **, bojomu tak **. Klaten keras lur, WA mu off sedino bojo mu duwe ** limo” ujar mereka dalam video.

Setelah beredar di salah satu akun medsos, video tersebut langsung mengundang reaksi dari warganet. Video lantas tersebar ke sejumlah akun grup Facebook dan Instagram dengan beragam hujatan dari warganet. Bahkan, video tersebut juga sempat beredar di grup-grup WhatsApp. 

Dari informasi yang diterima, kelima siswi itu merupakan pelajar dari SMK Muhammadiyah Delanggu. Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah setempat, Nasrodin membenarkan bahwa kelima siswi dalam video itu adalah anak didiknya.

Iya (itu siswi kami). Setelah kita mengetahui video itu, kita langsung klarifikasi kepada anak-anak. Dan anak-anak kita panggil, mereka pun sudah mengakui, alasannya dibuat hanya dalam bentuk iseng saja,” ujar Nasrodin saat dikonfirmasi, Kamis (11/10/2018) siang.

Usai melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan, pihak sekolah lantas memanggil orang tua masing-masing untuk dilakukan pembinaan dan pengarahan. Untuk langkah selanjutnya, sebagai bentuk penyesalan, mereka diminta untuk membuat surat pernyataan diatas materai.

Tak hanya itu, pihak sekolah kini juga sudah membuat surat permintaan maaf kepada seluruh masyarakat. Surat permintaan maaf itu ditujukan kepada Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, pimpinan Muhammadiyah, Dinas Pendidikan Klaten, Polres dan Bupati Klaten.

Kedepan kami akan meningkatkan pengawasan medsos di lingkungan sekolah. Sebetulnya sudah kita beri peringatan larangan membawa handphone, tapi ya ternyata anak-anak masih seperti itu, tidak bisa kita bendung. Maka kami sangat mohon maaf kepada masyarakat,” pungkasnya.