Cara Khusus, Memandikan Jenazah Pengidap HIV-AIDS Tak Boleh Sembarangan
Sosial

Cara Khusus, Memandikan Jenazah Pengidap HIV-AIDS Tak Boleh Sembarangan

Klaten,(klaten.sorot.co)--Petugas medis memastikan proses pemandian atau pemulasaraan terhadap jenazah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) sama dengan jenazah pada umumnya. Hanya saja untuk menghindari tertularnya virus, ada beberapa tata cara yang perlu dilakukan dan diperhatikan oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Keselamatan Kerja, RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro, Edi Widi Hartono. Menurut Edi, selama ini masih ada stigma atau pendapat negatif dari masyarakat ketika ada ODHA meninggal dunia. Sehingga, perlu ada pemahaman tersendiri yang perlu diketahui secara jelas.

"Pada umumnya pemulasaraan jenazah itu sama. Namun ada dua yang membedakan, yang pertama untuk jenazah ODHA harus di kontaminasi. Kedua untuk petugas yang memandikan juga harus menggunakan alat pelindung diri," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dekontaminasi terhadap jenazah ODHA bisa menggunakan klorin berupa kaporit. Saat memandikan setiap jenazah hanya perlu dibubuhkan 10 sendok makan kaporit. Namun apabila kaporit tersebut tidak ditemukan, masyarakat juga bisa menggunakan pemutih pakaian. 

"Kalau tidak ada klorin, mohon maaf bisa diganti dengan pemutih pakaian. Penggunaannya, setiap jenazah cukup diberi 2,5 liter lalu dicampur air 12,5 liter. Kemudian cairan itu disiramkan ke jenazah dan ditunggu 10-15 menit," imbuh dia.

Sementara untuk penanganan lain yang perlu diperhatikan yakni harus mengenakan alat pelindung diri saat memandikan jenazah ODHA. Peralatan pelindung tersebut meliputi penutup kepala, masker, dan sepatu bot. Hal itu dilakukan untuk menghindari tertularnya virus yang ada di jenazah.

"Jenazah ODHA itu kan mudah busuk, maka agar bakteri tidak kemana-mana maka jenazah dibungkus dengan plastik. Untuk apa? Plastik itu tidak tembus oleh air. Maka kita tidak perlu takut tertular oleh virus, karena sudah ditutup rapat," jelasnya.

Pihaknya yakin apabila tata cara itu dilakukan, maka virus yang ada di jenazah tidak akan menyebar ke orang yang memandikan. Terlebih lagi, sifat bakteri HIV-AIDS juga terbilang mudah mati. Sampai saat ini, lanjut Edi, belum ada petugas yang tertular virus HIV-AIDS usai memandikan jenazah ODHA.

"InsyaAllah itu aman. Sampai saat ini petugas di rumah sakit juga tidak ada yang terkena, karena mereka mengikuti prosedur tersebut. Yang penting kita berusaha semaksimal mungkin," pungkas dia.