Pihak Sekolah Tak Bakal Keluarkan Siswi Pembuat Video ‘Klaten Keras’, Ini Alasannya
Peristiwa

Pihak Sekolah Tak Bakal Keluarkan Siswi Pembuat Video ‘Klaten Keras’, Ini Alasannya

Delanggu,(klaten.sorot.co)--Video lima siswi SMA Muhammadiyah Delanggu yang sempat beredar dan menghebohkan dunia maya beberapa waktu lalu mendapat reaksi keras dari masyarakat Kabupaten Klaten. Kendati demikian, pihak sekolah berjanji tidak akan mengeluarkan kelima siswi itu.

Kepala SMK Muhammadiyah Delanggu, Nasrodin mengaku kelima siswi itu merupakan pelajar kelas XI. Meski ia sempat terkejut dan menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh anak didiknya itu, namun pihak sekolah tidak akan memberi sanksi berupa mengeluarkan dari sekolah.

"Itu anak-anak kami kelas XI. Kami sebelumnya sudah berfikir panjang, apabila divonis dan diberi sanksi berat berupa dikeluarkan dari sekolah nanti mereka akan kemana? Bagaimana nasibnya?" urai dia saat dikonfirmasi, Kamis (11/10/2018) siang.

Terlebih lagi, lanjut Nasrodin, kelima anak tersebut masih duduk di bangku kelas XI, sehingga jenjang pendidikan sekolah yang harus ditempuh masih panjang. Apabila dikeluarkan, ia khawatir hal itu justru akan berdampak pada masa depan kelima anak tersebut. Mengingat usia mereka masih terbilang muda. 

"Kita berniat untuk mendidik dan membimbing mereka sampai lulus. Jelas kami ingin masa depan mereka lebih baik lagi, harapannya ini bisa menjadi pembelajaran untuk hal yang baik," kata dia.

Kendati tak memberi sanksi tegas, namun kelima sisiwi itu sudah mendapat peringatan dari sekolah. Surat peringatan bermaterai disaksikan oleh orang tua masing-masing dan guru. Nasrodin berharap, insiden itu menjadi yang pertama dan terakhir. Hal itu menjadi pembelajaran bagi sekolah dan pelajar.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Sri Nugroho mengaku sudah mendapatkan informasi perihal beredarnya video tersebut. Meski SMA/SMK kini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, namun Pemkab tetap melakukan upaya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah.

"Dengan adanya kejadian SMK kemarin walaupun ranah provinsi, tapi kami tetap mengkoordinasikan dengan kepala sekolah sehingga ada kehati-hatian baik peserta didik dan guru tentang perkembangan IT," urai dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebuah video dengan durasi kurang lebih 30 detik mendadak viral. Dalam tayangannya, terlihat lima siswi berhijab mengenakan seragam sekolah. Melalui video tersebut, masing-masing dari mereka mengatakan bahwa kehidupan di Kabupaten Klaten sangat keras.

"Klaten keras lur, s*s*cilik ditinggalke s*s*gede diperjuangke. Klaten keras lur, aku sing berjuang koncomu entuk sayang. Klaten keras lur, p***mu cilik ditinggal selingkuh. Klaten keras lur, koe **, bojomu tak **. Klaten keras lur, WA mu off sedino bojo mu duwe ** limo," ujar mereka dalam video.