Dulunya Tempat Cuci Mobil, Umbul Susuhan Sekarang Jadi Tempat Foto Hits
Wisata

Dulunya Tempat Cuci Mobil, Umbul Susuhan Sekarang Jadi Tempat Foto Hits

Ngawen,(klaten.sorot.co)--Penataan sumber mata air menjadi objek wisata sedang gencar dilakukan. Salah satunya Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen. Sebuah sumber mata air yang dulunya dimanfaatkan sebagai tempat mencuci mobil itu kini disulap menjadi pemandian foto di bawah air yang hits.

Dibawah rindangnya pohon beringin, Umbul Susuhan merupakan salah satu sumber mata air yang berfungsi untuk pengairan sawah. Namun sayangnya, sebelum tahun 2015 silam kawasan umbul masih terlihat kumuh. Selain untuk tempat berenang dan mandi warga sekitar, air yang ada hanya dijadikan tempat mencuci.

Tak hanya untuk mencuci pakaian, Umbul Susuhan sebelumnya juga dijadikan tempat mencuci mobil, truk, sepeda motor, karpet hingga peralatan dapur. Alhasil, tak heran jika lokasi itu dipenuhi dengan beragam sampah mulai dari plastik, daun serta rumah tangga. Selain itu, busa sabun sisa mencuci juga berserakan.

Namun memasuki tahun 2015, Umbul Susuhan mulai berbenah. Dengan memanfaatkan dana desa sekitar Rp 800 juta, masyarakat bersama pemerintah desa setempat akhirnya sepakat untuk menyulap umbul tersebut. Pembangunan pertama adalah mendirikan pagar tembok sebagai pertanda larangan untuk mencuci kendaraan.

"Semua musyawarah lalu sepakat untuk memanfaatkan umbul ini. Karena sudah ada kolam sumber mata air, maka kita tutup dengan pagar tembok agar lebih terjaga," ujar Direktur BUMDesa Manjungan, Agus Tri Joko, Minggu (21/10/2018).

Setelah tertutup rapi, total lahan seluas 1.200 meter itu kemudian mulai dilengkapi kolam renang secara bertahap. Uniknya, kolam renang tahap pertama dengan ukuran 20 x 7 meter itu dibuat khusus untuk pemandian kaum perempuan. Tak seorang pun laki-laki diperbolehkan memasuki area kolam renang tersebut. 

Pembangunan kemudian dilanjutkan pada tahun 2017. Sebelum dibuka untuk umum, Umbul Susuhan sudah nampak cantik dan bersih, berbeda jauh sebelum mendapat sentuhan dan perhatian dari masyarakat. Kini, total ada lima kolam renang, terdiri dari dua kolam alami, kolam perempuan, kolam anak, dan kolam dewasa.

"Untuk kolam alami ada spot untuk foto underwater. Meski perlengkapan didalam air komplit, namun kejernihan air dan alami kolam sudah sangat cocok untuk berswafoto," jelasnya.

Selain bebas dari kumuh dan sampah, keberadaan Umbul Susuhan saat ini juga sudah mampu memberikan pendapatan per tahun. Selama tahun 2017, pendapatan sudah mencapai Rp 800 juta. Jumlah tersebut naik pada tahun 2018, dari Januari hingga September pendapatan Umbul Susuhan sudah naik menjadi Rp 900 juta.

"Dari hasil pendapatan ini bisa untuk pemberdayaan masyarakat. Ada yang menjadi karyawan, ada juga yang bisa berjualan di area sini. Jadi masyarakat juga ikut merasakan dampak positifnya," pungkas dia.