Terbungkus Plastik, Bayi Perempuan Ditemukan di Tepi Jalan
Peristiwa

Terbungkus Plastik, Bayi Perempuan Ditemukan di Tepi Jalan

Gantiwarno,(klaten.sorot.co)--Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di tepi jalan tepatnya di Desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno, Rabu (31/10/2019) pagi. Ironisnya, saat ditemukan bayi tersebut dalam kondisi telanjang dan hanya terbungkus kantong plastik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sorot.co, bayi itu ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh Sri Rahayu (40) saat sedang lari pagi. Setibanya di lokasi, tiba-tiba Rahayu melihat bungkusan plastik yang mencurigakan tergeletak di tepi jalan. Situasi saat itu masih sepi.

Saat saya lihat ternyata plastik itu membungkus bayi, wajahnya sempat kelihatan. Tidak ada suara tangisan. Setelah saat pastikan ternyata bayi itu masih hidup,” ujar Sri Rahayu saat ditemui, Rabu siang.

Merasa khawatir dengan keadaan bayi tak berdosa itu, Rahayu lantas membawanya pulang untuk dibersihkan. Kemudian ia memanggil bidan desa agar bisa dilakukan perawatan pertama, mengingat saat ditemukan bayi itu dalam keadaan telanjang dan hanya tertutup plastik. 

Setelah itu, bidan desa bersama masyarakat membawa bayi tersebut ke Puskesmas Gantiwarno. Dari hasil pemeriksaan medis, bayi itu diperkirakan baru lahir tiga jam sebelum ditemukan. Bayi diketahui dalam keadaan sehat dengan berat 3 kilogram dan panjang 50 centimeter.

Sempat saya mandikan, karena masih ada bercak darah. Lalu setelah itu kami panggilkan bidan desa agar ditangani dengan baik. Kami juga tidak tega, bayinya masih sangat segar (baru saja lahir),” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu perawat Puskesmas Gantiwarno, Sumarno menyampaikan saat ini bayi masih dalam perawatan petugas medis. Diperkirakan bayi itu dilahirkan tanpa bantuan medis. Hal itu terlihat dari potongan tali pusar yang tidak rapi dan tidak dibungkus kain.

Kondisinya sehat, bisa nangis kencang. Kalau kemungkinan ini lahir sendiri, tanpa ada bantuan medis. Untuk saat ini masih kita rawat sambil menunggu intruksi dari dinas sosial,” pungkasnya.