Digelontor Rp 200 Juta, Begini Penampakan Taman Komplak Andong
Wisata

Digelontor Rp 200 Juta, Begini Penampakan Taman Komplak Andong

Karanganom,(klaten.sorot.co)--Pemerintah Desa Karangan, Kecamatan Karanganom membangun area taman bermain dan ruang terbuka hijau di tepi pertigaan Tanjunganom. Tak tanggung-tanggung, dalam pembangunan taman tersebut pemdes mengalokasikan dana senilai Rp 200 juta dari Bantuan Keuangan Khusus.

Dengan memanfaatkan lahan tanah kas milik desa seluas 1.000 meter persegi, pemdes setempat membangun ruang terbuka hijau bernama Taman Koplak Andong. Taman tersebut sekaligus menjadi pertanda bahwa dahulu kala lokasi itu merupakan tempat mangkal moda transportasi tradisional berupa andong dan becak.

Kepala Desa Karangan, Gunarto mengatakan Taman Koplak Andong dibangun dengan luas kurang lebih 600 meter persegi. Potensi yang diangkat adalah tugu berbentuk andong lengkap dengan patung kuda. Pasalnya, konon di tepi jalan ini menjadi tempat mangkal andong satu-satunya yang ada di wilayah Karanganom.

"Andong yang dipajang adalah milik salah satu penarik andong Desa Kunden. Kita beli dengan harga Rp 4 juta, dan dipasang di taman agar bisa terawat dengan baik," ujar dia Jumat (02/11/2018) siang.

Proses untuk mendapatkan andong itu terbilang tak mudah, pemdes setempat harus bersaing dengan warga dan kolektor lain yang memang minat dengan andong tradisional tersebut. Namun beruntung, andong berhasil diberikan kepada pemdes lantaran pemilik andong ingin agar barang tersebut dirawat dan dikenang masyarakat. 

"Saya temui anaknya, karena informasi yang diperoleh andong ini banyak diminati orang tapi tidak dilepas. Karena ayahnya (pemilik andong) minta agar barang itu dirawat saja. Akhirnya setelah musyawarah andong bisa kami peroleh," imbuhnya.

Di taman tersebut, ada empat arena permaianan anak, taman bunga, lukisan di pagar, dan sebuah kereta andong asli berserta patung kuda putih di depannya. Selain untuk bersantai, masyarakat bisa memanfaatkan taman tersebut untuk berfoto ria. Bahkan, Taman Koplak Andong juga bisa menjadi tempat nostalgia para orang tua.

"Diharapkan bisa menghidupkan kembali memori masyarakat tentang keberadaan pertigaan Tanjunganom sebagai koplak andong. Nanti akan kami tata lagi, agar masyarakat setempat juga bisa berjualan UKM," kata dia.

Salah satu pengunjung, Sri Wahyuni (49) mengaku konon sekitar tahun 1980-an lokasi tersebut masih banyak dijumpai andong. Biasanya masyarakat yang hendak ke pasar atau ke Kecamatan Jatinom akan menaiki andong, sebab zaman dahulu moda transportasi modern seperti saat ini masih sulit. 

"Namun berjalannya waktu satu persatu andong sudah tidak ada. Maka jika ini ada taman bisa seperti monomen bersejarah bagi warga yang dulu sering menaiki andong disini," urai dia.