Warga Kecewa, Stok Blangko e-KTP di Klaten Kembali Kosong
Peristiwa

Warga Kecewa, Stok Blangko e-KTP di Klaten Kembali Kosong

Klaten,(klaten.sorot.co)--Stok blangko e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten kembali kosong sejak beberapa pekan terakhir ini. Akibatnya, warga yang sudah datang ke kantor harus pulang tanpa membawa kepingan e-KTP, melainkan diberi surat keterangan sementara.

Hal serupa dialami oleh salah seorang warga asal Kecamatan Klaten Utara, Joko (50). Ia yang sudah melakukan perekaman data sejak awal pekan kemarin hingga kini belum mendapat kepingan e-KTP. Ia sempat mendatangi kantor Disdukcapil beberapa kali, namun hasilnya masih sama.

"Tidak jadi melakukan pencetakan, karena hari ini juga kosong. Kepastian kapan saya juga belum tahu. Kata petugas stok blangko sedang habis," ujarnya Jumat (02/11/2018) sore.

Hal senada juga dirasakan warga asal Kecamatan Polanharjo, Yoga (23). Bahkan sejak melakukan perekaman data empat bulan yang lalu, sampai saat ini ia masih memegang surat keterangan sementara. Padahal, pengurusan e-KTP dilakukan lantaran untuk melengkapi surat lamaran pekerjaan. 

"Kecewa jelas iya. Karena sudah lama belum dipanggil, kemarin katanya sempat ada. Tapi pas ke kantor blangkonya kosong lagi. Harusnya warga yang sudah antri lama didahulukan," keluhnya.

Meski surat keterangan sementara memiliki peran dan fungsi administrasi yang sama dengan kepingan e-KTP, namun ia khawatir surat tersebut mudah rusak. Sebab, surat keterangan sementara hanya berbentuk print kertas HVS yang berisi dokumen administrasi kependudukan.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Klaten, Widya Sutrisna saat dikonfirmasi membenarkan kekosongan blangko e-KTP. Hal itu disebabkan lantaran jumlah blangko yang dikirim minim. Pengiriman blangko dilakukan oleh kementerian dan diteruskan ke Pemerintah Provinsi. Dari situ, blangko dikirim ke daerah.

"Kami hanya bisa menerima saja, rata-rata kami menerima 2000 keping. Itupun waktunya tidak bisa ditentukan," kata dia.

Biasanya, lanjut Widya, 2000 keping yang diterima Disdukcapil akan habis selama empat hari. Sementara setiap harinya, rata-rata warga yang melakukan perekaman data mencapai 600 orang. Sehingga, jumlah antrian yang sudah rekam tidak sebanding dengan jumlah blangko e-KTP yang dikirim.

"Saya kurang tahu kenapa blangko e-KTP yang diberikan oleh pemerintah pusat minim. Tapi yang pasti kami sudah rutin menyampaikan data rekam dan jumlah blangko yang dicetak," imbuh dia.

Lebih lanjut disampaikan, sampai saat ini jumlah print ready record (PRR) atau masyarakat yang sudah rekam data mencapai 13 ribu. Untuk sementara, mereka diberi surat keterangan sebagai pengganti e-KTP sementara. Surat keterangan tersebut juga merupakan persyaratan ubru mengambil e-KTP.

"Kami harap warga untuk tetap bersabar karena ketersediaan blangko e-KTP terbatas. Kemungkinan, besuk Senin (05/11) blangko turun lagi," pungkas dia.