Ribuan Peserta Ikuti Gerak Jalan Cepat Napak Tilas AH Nasution di Manisrenggo
Olahraga

Ribuan Peserta Ikuti Gerak Jalan Cepat Napak Tilas AH Nasution di Manisrenggo

Manisrenggo,(klaten.sorot.co)--Setelah vakum selama dua tahum, perlombaan gerak jalan cepat di Kabupaten Klaten kembali di gelar tahun ini. Sebanyak 1.210 peseta dari berbagai kategori memeriahkan perlombaan yang merupakan napak tilas perjalanan AH Nasution tersebut.

Gerak jalan cepat dimulai dari Monumen Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo hingga menuju Monumen Juang 45 atau kompleks GOR Gelarsena Klaten. Jarak tempuh dalam perlombaan tersebut kurang lebih 28 kilometer.

Kasi Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Isnanto Hadi mengatakan gerak jalan cepat kali ini diikuti 110 kontingen dari kategori pelajar SMP dan umum. Masing-masing kontingen terdiri sekitar 11 orang.

Ini merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Peserta harus berjalan cepat, setiap kaki melangkah, kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah,” ujarnya Minggu, (04/11/2018).

Dijelaskan, perlombaan ini merupakan salah satu upaya untuk napak tilas perjalanan AH Nasution saat berada di Desa Kepurun pada masa agresi militer II Belanda. Bahkan, konon sekitar tahun 1948-1949, AH Nasution menggunakan Desa Kepuran sebagai tempat untuk menyusun serangan. 

Kala itu, Yogyakarta sudah jatuh ke tangan Belanda. Setelah mempersiapkan strategi, serangan merebut kembali Yogyakarta dilancarkan pada 1 Maret 1949. Dalam waktu kurang dari enam jam, pejuang bersama AH Nasution berhasil menguasai Yogyakarta dari kekuasaan Belanda.

Kegiatan ini mendorong masyarakat agar semakin giat berolahraga. Apalagi rute yang ditempuh bersejarah karena menjadi tempat penyusunan strategi penyerangan 1 Maret 1949. Kita sekaligus napak tilas perjuangan dahulu,” imbuhnya.

Diharapakan, perlombaan ini bisa terus dilangsungkan selama setahun sekali. Rencananya, perlombaan ini akan dinaikkan levelnya menjadi tingkat Soloraya dan DIY. Sehingga, kedepan peserta yang ikut serta bisa lebih meningkat lagi.