Kepengurusan Tak Maksimal, Ratusan Koperasi di Klaten Mati Suri
Ekonomi

Kepengurusan Tak Maksimal, Ratusan Koperasi di Klaten Mati Suri

Klaten,(klaten.sorot.co)--Perkembangan koperasi di Kabupaten Klaten kian mengalami penurunan. Terbukti, dari 883 koperasi yang tersebar di 26 kecamatan, 176 diantaranya sudah tidak aktif dan mati suri. Hal itu disebabkan lantaran kurang maksimalnya sistem kepengurusan dalam mengelola koperasi.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Klaten, Bambang Sigit Sinugroho mengatakan berdasarkan data total koperasi di Klaten ada 883 unit, dari jumlah itu 707 koperasi masih aktif sedangkan 176 diantaranya masuk kategori tidak aktif. Jenis koperasi itu rata-rata merupakan Koperasi Unit Desa (KUD).

Itu tersebar di 26 kecamatan. Sejak tahun 2015 ada 265 unit yang mati, 2016 ada 276 unit sementara tahun 2017 turun menjadi 176 unit,” kata dia saat ditemui, Senin (05/11/2018) siang.

Lebih lanjut disampaikan, ada beragam faktor yang menyebabkan kondisi koperasi tidak aktif. Diantaranya adalah kurang bagusnya kepengurusan koperasi. Selain itu, partisipasi anggota koperasi juga masih kurang, sehingga banyak dari mereka yang tidak mengangsur hingga menyebabkan macet. 

Dari sisi kepengurusan memang masih kurang bagus. Banyak manajer yang masih belum bersertifikasi, sehingga perkembangan koperasi juga kurang,” imbuhnya.

Untuk kedepan, pihaknya akan segera melakukan pendataan guna mengetahui kondisi riil di lapangan.  Hal itu juga untuk memetakan penilaian koperasi dalam setiap tahunnya. Sebetulnya, lanjut Bambang, penilaian koperasi terbagi menjadi tiga kategori yakni sehat, cukup sehat dan kurang sehat.

Untuk yang sehat nilainya 70-100, sementara yang cukup sehat nilainya 60-70, sedangkan sisanya masuk kategori kurang sehat. Nah yang 176 koperasi tidak aktif itu masuk nilai kurang sehat,” jelasnya.

Untuk memudahkan pengawasan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Klaten bakal meluncurkan e-Kop atau koperasi berbasis aplikasi. Nantinya, melalui e-Kop tersebut pihaknya bisa memantau seperti apa perkembangan koperasi setiap harinya tanpa harus turun ke lapangan. Hal itu juga dinilai lebih efisiensi.