Hasil Kajian, Gedung Plasa Klaten Tak Layak Dibangun Hotel Berbintang
Peristiwa

Hasil Kajian, Gedung Plasa Klaten Tak Layak Dibangun Hotel Berbintang

Klaten,(klaten.sorot.co)--Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten untuk membangun Plasa Klaten menjadi hotel berbintang dan mall mengalami kebuntuan. Hal itu disebabkan lantaran struktur bangunan plasa yang terletak di jantung kabupaten bersinar itu dinilai tidak layak.

Ketidaklayakan bangunan itu diketahui berdasarkan hasil kajian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Menurut Bupati Klaten, Sri Mulyani hasil kajian diketahui beberapa waktu yang lalu. Kodisi bangunan plasa sudah tidak layak jika harus menampung hotel berbintang dan mall.

"Sudah ada laporan dari hasil kajian UGM Jogja. Plasa tidak memungkinkan jika dibangun hotel berbintang dan mall. Strukturnya memang tidak kuat," kata Mulyani, Selasa (06/11/2018).

Dikatakan, bangunan plasa akan kuat jika hanya dikembangkan menjadi mall. Namun apabila ditambah hotel, bangunan lama harus dirobohkan terlebih dahulu dan membangun ulang. Hanya saja, Mulyani mengaku untuk melakukan hal itu sulit lantaran biaya akan membengkak. 

Banyaknya biaya untuk membangun ulang plasa dikhawatirkan justru akan mempersulit mencari investor. Sehingga, untuk saat ini Pemkab Klaten tengah mencari solusi lain guna pengembangan plasa kedepan. Mengingat masa kontrak Plasa Klaten antara Pemkab dengan pengembang berakhir tahun ini.

"Memang rencana akan dibangun hotel berbintang. Jika bangunan Plasa tidak layak maka saya berpikir ulang untuk mencari investor, saya juga sudah tanya ke tim ahli," imbuh dia.

Mulyani menyebutkan ada upaya lain guna mendirikan hotel berbintang di Klaten, yakni dengan cara melibatkan kalangan BUMN. Pihaknya memiliki rencana untuk membidik gedung kantor perwakilan PTPN X yang berada di tepi Jalan Pemuda Klaten agar dirubah menjadi hotel berbintang.

"Saya sudah ngobrol-ngobrol dengan BUMN. Disini kan ada aset milik BUMN yakni kantor PTPN X, sepertinya kurang maksimal untuk kantor," urai dia.

Sementara itu,  Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Klaten, Bambang Sigit Sinugroho menambahkan bahwa bangunan plasa sempat memiliki riwayat diguncang gempa bumi tahun 2006 silam. Sehingga, apabila digunakan sekaligus menjadi hotel berbintang dan mall dianggap kurang layak.

"Sebelum gempa dulu dikaji masih bisa (untuk hotel dan mall), tapi saat ini sudah tidak bisa karena sudah 12 tahun lamanya setelah gempa," pungkasnya.