Marak Pelajar SMP Kendarai Motor, Orang Tua dan Sekolah Dikumpulkan
Pendidikan

Marak Pelajar SMP Kendarai Motor, Orang Tua dan Sekolah Dikumpulkan

Prambanan,(klaten.sorot.co)--Maraknya pelajar di Kabupaten Klaten yang mengendarai sepeda motor menjadi keprihatinan tersendiri bagi semua pihak.  Selain belum cukup usia, pelajar yang mengendarai sepeda motor ternyata juga dianggap mempengaruhi semangat mereka dalam mengikuti pelajaran.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP N 1 Prambanan, Titin Windiyarsih dalam acara sosialisasi bersama wali murid di aula sekolahan setempat, pada Kamis (08/11/2018). Menurut Titin, dilihat dari kacamata pendidikan dampak dari sepeda motor membuat pelajar menjadi berkurang dalam belajar.

"Dengan sepeda motor, anak itu menjadi lebih mudah. Waktu bermain jadi lebih banyak, yang harusnya bisa belajar di rumah jadi berkurang," kata dia.

Tak hanya itu, maraknya pelajar mengendarai sepeda motor juga menuai keluhan dari masyarakat. Sebab, meski pihak sekolah tidak menyediakan tempat parkir untuk sepeda motor, namun banyak dari pelajar justru menitipkan sepeda motornya di samping sekolah. Hal itu juga menjadi dilema besar. 

"Kan sekolah tidak menyediakan tempat parkir, tapi ternyata di luar sekolah ada tempat parkir. Nah itu banyak keluhan dari masyarakat sekitar, karena memang jumlahnya cukup banyak," imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, akhirnya pihak sekolah, pemerintah dan kepolisian berkoordinasi dengan orang tua. Pasalnya, untuk mencegah penggunaan sepeda motor sepenuhnya ada pada orang tua. Butuh komitmen agar pelajar tidak nekat mengendarai sepeda motor baik di sekolah maupun di luar.

"Kita melarang, polisi sudah mencegah. Sekarang tinggal orang tuanya bagaimana, jangan sampai anak-anak kita justru salah hanya gara-gara sepeda motor," jelasnya.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Klaten, Iptu Sarwoko menjelaskan keberadaan tempat parkir di sekitaran sekolah dianggap menjadi dilema tersendiri. Sebab, kewenangan untuk mencegah hal itu adalah pribadi masing-masing. Bahkan, polisi juga belum bisa melakukan penindakan pada tempat itu.

"Kalau dari polisi penindakan ya di jalan. Namun jika sudah di parkiraan itu kan pribadi, jadi kita juga tidak bisa menindak atau melarang orang jangan parkir disitu," urai dia.

Sama halnya dengan yang diungkapkan pihak sekolah, salah satu upaya paling tepat untuk mencegah hal itu adalah dengan cara menggandeng orang tua. Apabila semua sudah sepakat dan didukung roda transportasi khusus pelajar yang baik, pihaknya yakin penggunaan sepeda motor bisa berkurang.