Kreatif, Warga Karanganom Mampu Sulap Sampah Jadi BBM
Ekonomi

Kreatif, Warga Karanganom Mampu Sulap Sampah Jadi BBM

Karanganom, (klaten.sorot.co)--Masyarakat Desa Troso, Kecamatan Karanganom memilki cara tersendiri untuk mengurangi pencemaran sampah terhadap lingkungkan. Inovasi yang kini tengah dikembangkan adalah menyulap limbah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ditangan masyarakat perumahan Troso Baru, mereka telah membuat sebuah mesin pengolah sampah plastik menjadi setara dengan BBM. Mesin tersebut bernama Nuansa Pengolahan Sampah Setara (Nusantara). Melalui mesin itu, beragam sampah plastik dapat dimanfaatkan.

Salah satu warga perumahan Troso Baru, Arif Subekti mengatakan, sebelum adanya inovasi mesin Nusantara, masyarakat terlebih dahulu membentuk bank sampah sekitar tahun 2016. Seiring berjalannya waktu, akhirnya muncul ide untuk mengolah limbah sampah plastik.

Sampah plastik kalau dijual juga tidak laku. Kita mulai membahas dengan warga lain bagaimana cara memanfaatkan itu (sampah). Kita coba-coba, karena informasi yang diterima bahwa plastik mengandung BBM,” kata dia saat ditemui, Jumat (09/11/2018) siang.

Proses pengolahan membutuhkan beberapa tahap. Plastik terlebih dahulu dikeringkan, setelah itu dimasukkan ke dalam tabung kedap udara. Kemudian, sampah plastik dipanaskan dengan suhu sekitar 150-200 derajat celsius. Pengaturan suhu menjadi penentu terhadap hasil yang dikeluarkan. 

Asap dari pemanasan sampah kemudian masuk ke dalam mesin khusus melalui pipa, proses tersebut bernama pyrolisis. Dalam pyrolisis, asap plastik akan diubah menjadi minyak. Ada tiga kran yang disiapkan dalam mesin itu, masing-masing kran memiliki jenis setara BBM berbeda-beda.

Sampah plastik itu bisa menjadi BBM setara dengan premium, minyak tanah dan solar. Tergantung suhunya berapa, jika suhu 150 derajat biasanya akan keluar setara dengan premiun. Apabila ingin menghasilkan setara minyal tanah ya harus dengan suhu 200 derajat,” imbuh dia.

Dirinya menceritakan, sampah plastik seberat 25-30 kilogram membutuhkan proses penyulingan sekitar 4 jam. Dari jumlah tersebut, mesin Nusantara mampu menghasilkan 15 liter setara BBM dengan rincian 80 % solar, 15 % minyak tanah, dan 5 % adalah premium.

Hasil dari penyulingan tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat. Seperti untuk bahan bakar mesin pemotong, hingga sepeda motor. Bahkan, sebagian masyarakat setempat sudah ada yang menggunakan hasil BBM untuk keperluan mesin pemotong rumput.

Pria yang juga sekaligus menjabat sebagai Manager BUMDes Troso itu mengaku sampai saat ini hasil setara BBM yang dikeluarkan tidak untuk dijual ke pasaran. Sebab, fokus utama yang ingin dicapai adalah edukasi mengatasi permasalahan sampah di lingkungan masyarakat.

Mesin Nusantara saat ini sudah sampai ke generasi ke lima. Kita masih terus berusaha agar mesin bisa menghasilkan setara BBM dengan baik. Saat ini juga masih proses pengajuan hak paten,” jelasnya.

Meski demikian, sekitar tiga mesin Nusantara ternyata sudah dipasarkan ke Jawa dan Kalimantan. Diharapkan, nantinya masing-masing RT atau desa bisa memiliki mesin Nusantara. Sehingga apabila sampah dapat diolah, permasalahan sampah yang terjadi bisa diatasi.